Monday, December 17, 2012
Posted on Monday, December 17, 2012 by Paramonster Kolektif
Tuesday, March 6, 2012
Tak berlama-lama setelah Outname, What Ever You Say (W.E.Y.S) segera naik panggung, ya karena terbatasnya waktu setiap band hanya diberikan waktu 20 menit. Tak cukup lama memang tapi begitulah konsekuensinya. Kali ini mereka membawakan 3 lagu milik mereka yang salah satunya sudah terekam dan dirilis juga "Ilusi Dalam Hati". Dengan irama Pop-Punk mereka menghentak kerumunan yang terbilang pasif sore itu, penampilan mereka ditutup dengan lagu "Ilusi Dalam Hati". Secara keseluruhan mereka bermain aman dan cukup rapih.
Gerah karena penonton hanya duduk manis saja seperti nonton wayangan, haha akhirnya duo MC kita Alam & Herly menyuruh mereka untuk bangkit dan merapat ke depan stage. Tak berlama After Two Hour(ATH) segera menghentak stage sore setelah beberapa waktu lalu sempat menyatakan bubar jalan. Band post-rock yang juga tidak bisa di pandang sebelah mata, cukup produktif dalam merilis lagu. Saya cukup terkagum dengan penampilan band yang satu ini, Muchlis yang seakan tak bisa hanya diam dan beryanyi cukup atraktif di atas stage. Menyenangkan bisa melihat mereka kembali. Beberapa trouble memang sempat terjadi suara bass yang begitu menggulung cukup mengganggu penampilan mereka. Overall penampilan yang cukup maksimal dari ATH, cukup membangkitkan mood audience untuk berdansa.
Dan sesi pertama ditutup oleh penampilan band post-hardcore bernamakan Flaming Your Day, sebuah band musim penghujan begitu kawan-kawan menyebutnya haha kenapa? ya karena FYD dalam 2 tahun belakangan hanya bermain untuk satu gig dalam setahun layaknya musim penghujan yang hanya datang setahun sekali. hmmmm bingung harus berkomentar apa, karena nampaknya kurang etis jika saya mereview band saya sendiri hahaha jadi biarkan saja audience yang datang sore itu untuk berkomentar. Terlepas dari itu sedikit cerita dari atas panggung saja, ternyata permasalahan bass yang menggulung ini disebabkan karena monitor bass yang kurang baik di atas panggung. Tak begitu terdengar jelas tetapi ketika volume master dinaikan justru akan terdengar menggulung dari depan stage, ya cukup dilema memang. Akhirnya saya pun mengalah untuk mengecilkannya dan bermain tanpa monitor haha! Sama seperti yang lainnya FYD membawakan 3 lagu termasuk sebuah lagu cover dari kawan lama kita yang sudah terbenam Hero Dies berjudul Just Name! Cukup terharu ketika ternyata audience masih banyak yang ingat lagu ini dan ikut ber sing-along.
Sesi pertama selesai dan saatnya break Maghrib dan Isya untuk menghormati kawan-kawan muslim juga tetangga sekitar venue. Break di manfaatkan beberapa teman untuk berbincang dengan dua tamu asing kita sore itu (red. Up And Atom, Video Nasty), tak lupa beberapa sesi foto tentunya hehe. Dan yang menarik adalah pendapat Marcus (Gitaris dari Up And Atom), ia terkejut ketika ia tiba di venue ia melihat bahwa gigs disini tidak hanya terbatas untuk suatu kalangan atau dengan kata lain all ages, berbeda dengan gigs yang biasa ia datangi di kotanya (red. Melbourne). Ia juga mengungkapkan betapa ia excited-nya menjalani tour di Indonesia ini dan menurutnya Cirebon adalah salah satu kota terbaik dalam tournya sejauh ini, ya entah itu hanya sekedar basa-basi atau bukan.
Setelah Jeda tak berlama-lama giliran Poison Nova menghentak panggung, salah satu band lokal yang ditunggu-tunggu malam itu dan benar saja crowd langsung memenuhhi barisan depan pit, padat! Dimulai dengan suara instrumental yang gelap kemudian di susul dengan harmonisasi melodi Sony dan Ache, dan kaboom blasting dan ketukan Andryan menandakan genderang perang telah dibunyikan. Sebuah intro yang benar-benar gahar dari PN, di sambung dengan anthem bagi para Undying Force!! yeay pecah! Garasi kali ini benar-benar menjadi Moshpit haha. Berturut-turut setelahnya Be(lie)ve, The Mislead Doctrine of Devil, dan kemudian di tutup dengan lagu terbaru mereka Forsaken. Sayang insiden memalukan terjadi di saat lagu terakhir, terjadi keributan di pit dan PN pun terpaksa harus menghentikan musik sebelum keributan merembet dan semakin besar, beruntung keamanan langsung menarik keluar dalang keributan tersebut. PN melanjutkan penampilannya tapi dengan mood yang sudah hancur sebelumnya.
Setelah Poison Nova turun dari panggung berarti saatnya untuk salah satu headliner kita Video Nasty untuk naik panggung. Tanpa persiapan yang lama mereka langsung menggeber lagu-lagu mereka. Jujur untuk Video Nasty saya belum sempat mendengarkan lagu mereka sampai mereka bermain di Cirebon, ya padahal sudah saya coba googling untuk mencari tahu tentang band ini tapi yang saya dapat hanya blog (go to http://hessianhardcore.blogspot.com/) berisi flyer dan jadwal show tanpa menemukan link unduh lagu mereka. Entah berapa lagu yang mereka bawakan tepatnya saya lupa, yang pasti cukup banyak dan di geber tanpa ampun oleh Mishu dan kawan-kawan. Beberapa selebaran mereka bagikan kepada audience sebagai penyampaian pesan yang mereka bawa, selebaran yang berisi lirik-lirik lagu mereka yang sebelumnya sudah di translate oleh salah satu kawan dari kota sebelumnya. Sebuah pesan mengenai isu-isu politik dan sosial terjadi secara global. Penampilan yang maksimal dari Video Nasty, cukup memuaskan para audience yang penasaran dengan band aussie satu ini.
Secara Keseluruhan Acara ini terbilang lancar dan tepat waktu bahkan lebih cepat dari yang diperkirakan, acara selesai sekitar jam sembilan lewat. Sungguh pengalaman yang mengesankan bisa turut andil sebagai bagian dari terselenggarannya gig ini, tanpa sponsor, benar-benar D.I.Y hanya dengan usaha kolektif teman-teman dan acara ini dapat berjalan dengan lancar. Sukses buat kawan-kawan kedepannya semoga tidak cukup puas sampai disini dan terus berbenah dari kekurangan-kekurangan. Terima kasih kepada teman-teman yang sudah datang dan turut berkolektif apapun itu demi terselenggarannya gig ini. Sampai jumpa di gig berikutnya! Adios!
Posted on Tuesday, March 06, 2012 by Paramonster Kolektif
Sunday, January 1, 2012
![]() |
| captured by tesoromeo |
Posted on Sunday, January 01, 2012 by Paramonster Kolektif
Wednesday, September 28, 2011
Posted on Wednesday, September 28, 2011 by Paramonster Kolektif
Friday, June 24, 2011
Saya berangkat ke Bandung dengan rombongan paramonster yang datang ke venue di brigif cimohai a.k.a Cimahi kurang lebih jam 2an, rada telat emang kita sengaja karena menurut rundown acara nya band-band keren akan start jam 3 sore. Dari kejauhan sudah terdengar bunyi gaduh yang berisik dan banyak para metalhead lengkap dengan baju hitam dan atribut metalnya yang sedang jalan kaki menuju venue, woow! saya semakin terpacu andrenalinnyeee..jadi inget zaman jahiliah saya dulu. Pas sampe kebetulan kita booking tiket via online jadi ga ngantri dan memang panitia sudah mempersiapkan dengan matang untuk penukaran tiket dan pembelian langsung, wew luar binasaa! ini Bandung Berisik gituu loh, acara metal pula angs kereeen! Sampai juga kita di gate yang megaaaah, kita terpana dengan set panggung, sound serta booth-booth pelengkap lainnya, anjeeeng mantep! Sewaktu masuk kita lewati beberapa security check dan bagi yg memakai gesper harus di tuker dengan tali rapiaah warna biru hahahaha, untung saya tidak pake gesper slayer saya yang import punya, bisa dadah. Sound tatanan panggung sungguh megah, sepertinya 200rb watt dihajar dengan musik cadas sungguh sangat istimewa, line array, amply marshall yang cabinet nya saya hitung total 12 biji dan set drum yang portable sungguh sangat kereen, kapan cirebon bisa seperti ini yes? Ini baru yg nama nya metalfest coy!!! aman nyaman dan aseeeek..masuk stage ada pemisahan buat khusus stage diving, yang mau masuk stage diving dilarang merokok dan harus dalam kondisi fit, anjiing kereen benar-benar mendukung buat moshing!
Set band sudah ada Parau band dari Bali menyambut kita dengan suguhan death metal yang apik dengan performance yang maksimal, wajar sih saya yakin mereka pasti latihan maksimal untuk play di Bandung Berisik. Lanjut setelah parau kemudian menyusul Infamy, jujur Infamy tidak begitu menyita perhatian saya karena maaf tidak ada yg istimewa kecuali bassist dan drummer nya. Metal format empat orang dengan sound gitar kurang maksimal. Lanjut kemudian Outright, nah ini pahlawan baru hardcore dari Bandung!! Keren abis ala NYHC Madball bergabung dengan Hatebreed, performance yang sungguh maksimal dari mereka. Soundnya mantep, bloking panggung dari tiap personil keren, gitarisnya barata keren gitarnya euy bikin iri tapi ada satu yang buat saya kecewa, ko kenapa haruus bawain sepultura yes? hmmm too bad. Skip beberapa band yes karena setelah Outright kita langsung liat Down For Life, mantep! metalcore ala Lamb of God dari sisi vocal dan agak ke arah swedish tapi ga terlalu dominan karena sang vocal lebih ke tough guy. Beda dengan penampilan mereka sebelumnya sewaktu saya pertama kali liat di Solo, lumayan rapih dan terlihat sekali mereka mem-prepare dengan sangat untuk event Bandung Berisik 2011 ini. Lanjuuut... Kemudian di hajar Cranial Incisored, band mathcore chaotic ala Dillinger dari kota gudeg Jogja sungguh membuat para publik melongo karena mereka memainkan musik yang benar-benar tehnical dan apik, mantap! ada jazz swing kemudian tiba-tiba dihajar kembali ke metal dengan nada-nada deminished mantaps hehe sayang sang vokalis terlihat grogi sewaktu berinteraksi dengan penonton. Kemudian ada Jeruji setelah itu, pa haji Themfuck dan kawan tetap prima dengan suguhan musik hc punk yang berenergi seperti tatapan Themfuck sang vokalis membuat para metalheads bermoshpit ria tetapi tidak ada yg berantem men. Lanjut break adzan magrib, sewaktu break kita putar puter sambil liat booth dengan segala bentuk tampilannya dari mulai distro-distro, art sampe daftar silat khas sunda. Tapi ada yang kurang dari Bandung Berisik 2011 kemarin yaitu stock makanan yang memang ketika saya dan anak-anak akan makan ternyata banyak yang sudah habis dan stock sajian nya kurang variatif, yang ada malah menu baso 10rb dapet 5 baso sajaa anjriit sungguh sedih dikala perut lapaar, untuk yang kedua stock kamar mandi atau toilet yang jauh dan tidak banyak, memang panitia membuat map dimana ada tempat untuk ke kamar mandi, tapi berhubung jauh dan hanya ada kurang lebih 3 portable wc jadi saya dan anak-anak ketika kencing harus ala gembel dengan cara mendekatkan diri ke tembok gelap langsung cooor.
Break setelah magrib lanjut Beside tampil. Owangk dkk sungguh sangat apik memainkan musik swedish ala mereka, dengan permainan gitar Hinhin dan Ichad yang rada shredder menjadi sebuah tontonan yg menarik, ditambah sound gitar yang mantap membuat saya iri. Lanjut kemudian Rosemary tampil, maaf no comment fo' band ini. Pasukan dari rawa Komunal sudah bersiap setelah Rosemary, tampak raungan gibson di padu padankan dengan marshall sudah di set. Jreeng komunal tampil, sayang beberapa kali sang drummer mengalami kendala untuk sound out nya, tapi mereka tetep maksimal dengan musik blues ala neraka mereka serasa menyanyikan hyme bagi seorang biker yang akan touring keliling US (lebay). Selanjutnya Disinfected, band grindcore dari uber (Ujung Berung) yang di motori oleh Ameng sang vokalis yang juga founder rokok local morbid nicotine mengerinda telinga saya, dengan sajian musik ala Devourment mereka mem-blasting para metalhead dengan musik grindcore yang apik, apalagi sang drummer yang tampak piawai sekali memaikan teknik blast beat nya. 666Forgotten666 langsung merapat ke panggung setelah Disinfected, keren lah lumayan hehe..ga tau kenapa perasaan dulu mah juara pisan ini band pas saya kuliah taa, tau sekarang asa gimana gituh. Stop! it's Seringai time!! weeer...saya, Donald dan Abel langsung reflek menuju ke tempat area moshpit. Jreeeeeng raungan suara messaboggie dari gitar Ricky Siahaan sudah terdengar disusul personil yang lain. Intro kemudian mereka mainkan, benar-benar for bikers Seringai mah heheh mantap! "Bandung Berisiiiiik!!!" teriak sang vocalis Arian 13 datang dari belakang, langsung disusul dengan aplaus para metal head. Jreeeng, entah disitu saya lupa karena saya, Donald dan Abel langsung menggila di tengah circle pit, mantap Seringai benar-benar membakar! Jasad tampil setelah itu, karena saya kelelahan saya kembali ke tempat anak-anak kumpul. Drummer nya mantap, gravity blast sang drummer sungguh sangat apik membuat Andryan tercengo! Untuk instrument yang lainnya tampak kurang menggelegar, ga tau apa memang musik deathmetal mereka seperti ini atau bagaimana, perasaan sekelas Dying Fetus saja masih clear untuk semua alat musik nya, too bad tapi Manjasad tetep juara dese bernyanyi sambil udud kretek seperti biasa,hehe kamana atuh mang?
Setelah jasad, ini band yg paling ditunggu-tunggu yaitu Burgerkill!! Just info sebelum mereka perform mereka sempat coaching dan sharing tentang album baru mereke dan lain sebagainya di salah satu booth di Bandung Berisik. Kebetulan saya dan Dimas bertemu langsung dengan pak Eben dan Andris nya dan mereka tetap humble dengan obrolan yang seadanya karena mereka juag harus prepare untuk persiapan perform, tapi tak apa lah namanya jg bertemu dengan idola. Sebelum BK tampil tampak seluruh crew mempersiapkan dengan matang mulai dari pemasangan back drop untuk amply gitar, pengecekan ulang alat dan lainnya. Kurang lebih prepare 10 menit, lama tapi so what? mereka artisnyaa mau tak mau ya harus nunggu. Terdengar cd playback sudah dimainkan dan tampak satu-satu personil muncul. Jreeng! terdengar langsung pak Eben memainkan intro gitar Darah Hitam Kebencian diiringi aplaus dan teriakan seluruh metal head yang hadir hari itu, lagu ini yang selalu mereka bawakan pada setiap penampilan mereka, apik, rapih, sound dan lighting maksimal disuguhkan Burgerkill sebagai band terakhir di acara Bandung Berisik 2011. Well sungguh sangat puas saya dan teman-teman dengan hanya membayar 25rb bisa hadir di acara metal yang konon terbesar di wilayah Asia Tenggara, benar-benar keren sungguh suatu kebanggaan. Kurang lebih 1000 orang datang pada saat itu dan semua provider komunikasi mengalami kendala entah kenapa, mudah-mudahan event Bandung Berisik ini membuka jalan bagi semua orang yang memang masuk dalam scene ini entah apalah bentuknya tapi saya yakin pasti membawa efek besar bagi musik Indonesia, khususnya musik metal dan membuka mata bagi orang-orang yang sebelumnya menganggap musik metal itu identik dengan keributan atau hal-hal negatif di dalamnya, dan kemaren kita semua para metalhead membuktikan itu semua tidak benar. Khusunya bagi orang-orang Crb yang menonton acara ini, jadi jangan hanya nonton doang, jadikan Bandung Berisik itu patokan bagi kalian yang memang sering membuat acara-acara metal, acara metal seharusnya begini, tatanan panggung, lightening, sound system, keamanan dan kenyamanan juga diperhatikan. Okeh cukup sekian dari ek, mudah-mudahan kita sama-sama bisa belajar dari event ini dan mudah-mudahan kedepannya Cirebon bisa memiliki acara yang seperti ini. amiiin.wasslm *sony666
Posted on Friday, June 24, 2011 by Paramonster Kolektif
Wednesday, March 16, 2011
Mendadak pit area mulai dipenuhi oleh segerombolan toughguy hardcore yang antusias menunggu set dari band Bekasi HC. Intro mulai dikumandangkan Membara dengan vocalis wanitanya yg bersuara harsh ber-tough guy ria ala hatebreed. Total 4 lagu yang dibawakan membuat moshpit malam itu semakin panas. Karena kondisi studio yang mulai pengap, acara pun di jeda untuk me-refresh udara dalam dalam studio. Lanjut setelah jeda giliran Against All yang kembali memanaskan suasana, karena sempat mendingin akibat jeda. Sebuah orasi dari vokalismya tentang zionisme di Indonesia yang harus dilawan. Sekitar 4 lagu mereka bawakan termasuk sebuah lagu cover dari Comeback kid berjudul Wake The Dead. L.R.P menutup acara malam itu dengan irama melodic skate punk bertempo kencang yg membuat kita ingin berjingkrak, tidak aneh memang jika band ini mendapatkan apresiasi dari negara tetangga (singapore, malaysia)
Posted on Wednesday, March 16, 2011 by Paramonster Kolektif
Wednesday, March 2, 2011
Episode ke 27 dari gigs kolektif paramonster didalam neraka rakitan kali ini diisi oleh wajah-wajah baru ,yeah! The Critical Insurection unpredictable (C.I.U) membuka pori-pori penghuni neraka rakitan ini dengan cukup apik memainkan garage rock, sing along tak terelakan ketika mereka mengkover lagu "Last Nite" dari The Strokes. Disusul dengan Our Last History yang cukup berani memainkan HC (newskool), membuat suasana neraka rakitan yang dipenuhi orang semakin panas. Tutor to The Death kemudian menggebrak kerumunan malam itu dengan raungan deathcore-nya.
Acara sempat dihentikan untuk cooling down sejenak karena padatnya orang yang datang malam itu membuat oksigen di ruang studio menipis. Setelah jeda giliran Autis Tiada Habis dengan irama post-hardcore nya mulai menghangatkan kembali suasana yang sempat mendingin akibat jeda. Saatnya 1 2 3 4 maju, beat-beat kencang berirama punk rock mereka layangkan dengan cukup baik, moshpit pecah ketika mereka membawakan lagu "All I Want" nya The Offspring.
Akhirnya pukulan terakhir dilayangkan oleh Story Life of Angelica untuk menutup gigs yang ciamik malam itu...ah nikmat sekali micro gigs bulanan ini kembali kondusif dengan stage tanpa barikade dan tiket mahal..dan yang lebih penting dari itu semua adalah gigs ini adalah sebuah Kongsi untuk membunuh rockstar (attitude) di manapun mereka berada !!!! (al)
Posted on Wednesday, March 02, 2011 by Paramonster Kolektif
Saturday, January 29, 2011
Posted on Saturday, January 29, 2011 by Paramonster Kolektif
Wednesday, December 22, 2010

Rehat sejenak, dan jreeeeeng The Jenny band Garage rock asal jogja mengocok adonan studioshow kali ini menjadi sangat istimewa, single The Only way sangat istimewa di nyanyikan untuk membangunkan semua nyawa dalam neraka rakitan di pilang setrayasa itu, Keringat dan alkohol menjadi tak jauh beda, karena farid sangat sederhana berkomunikasi dengan teman penceritanya di Cirebon. Walau pada hujan mata pisau kali ini payung baja tak dibiarkan membuka, namun keberanian semua nyawa di studio show kali ini lah yang menyelamatkan.
Posted on Wednesday, December 22, 2010 by Paramonster Kolektif
Tuesday, December 21, 2010
Posted on Tuesday, December 21, 2010 by Paramonster Kolektif
