Showing posts with label Gigs Report. Show all posts
Showing posts with label Gigs Report. Show all posts

Monday, December 17, 2012


 

Bhinneka Tunggal Ika. Mungkin kita mengenal kalimat ini ketika masih duduk pada bangku kayu sekolah dasar,atau malah baru tau sebab membaca tulisan ini, tentang keberagaman, perbedaan yang sebenarnya tetap satu. Satu bangsa,satu satu bendera dan satu sama lain yang semetinya bisa bersatu. Toh seiring merambatnya waktu,perbedaan ternyata menjadi pematik untuk saling singgung dan bunuh di negri ini. Kebencian sudah tertanam dari dini,pelajar gemar bermain batu,kayu,besi dan parang,beradu hakim satu satu sama lain. Trotoar dan aspal adalah arena dan saksi bungkam berpeluh darah pun dendam.


Dari sedikit chaos-chaos yang terungkap di atas, yang sebenarnya tidak dapat di hitung dengan jari,masih ada beberapa orang-orang dengan ide-ide, gagasan dan aksi nyata yang positif. Tersebutlah FESTIVALIST, sebuah nama yang merangkul, menjabat erat siapapun setiap kamu. Bukan fanbase pun groupies, melainkan lingkaran sebuah keluarga dari band yang cukup senja dari Yogjakarta yang bernama FSTVLST. Cuaca sedang tak menentu, begitu teriknya surya, disusul kelabunya langit, dan gemercik air yang jatuh entah darimana, semua terlukis pada hari itu. Tapi hal itu tak mengahalangi para festivalist untuk berangkat ke venue yang jaraknya lumayan jauh dari pusat kota. Saya bergegas tiba disana lebih awal untuk mempersiapkan streaming radio online, awalnya ada sedikit gangguan akan sinyal, tapi setelah mencari posisi dan gaya yang pas akhirnya 2 radio online (saya mewakili mpukiyups, dan kanaltigapuluh) bisa mengudara lewat lorong bawah tanah.


Sabtu 8 Desember 2012 bertempat di STIM AMP YKPN baru saja di helat FESTIVALIST #02 dengan tajuk Bhineka Tunggal Ika. Gigs dan rilisan pertama rintisan bersama,sebuah album kompilasi terangkum 18 track dalam kepingan CD dari band-band penampil. Nama-nama baru dan pelaku lama Soloensis, Savior, Overjoy, The Chemo, Alterego, Trippingjunkie, Thsmslhd, Sheena, Balaclava, Jimbekids, Rootbottom, The Kage, Gunmors, Jalang, Banana For Silvy, Rizuvan Airsick, FSTVLST, dan The Wonosari. Lorong dari dasar yang paling dasar dari bangunan perkuliahan,adalah altar para penampil unjuk gigi. Cukup dengan mengeluarkan rupiah 40.000 (CD KOMPILASI + BANDANA + STICKERPACK+TIKET MASUK FESTIVALIST #02) atau 15.000 (Bandana+Stickerpack).


Class sore itu dibuka oleh Rizuvan Airsick, Gunmors, Balaclava, The Kage, Jalang, dan Sheena, namun terlihat belum banyak penonton yang memadati barisan depan kala itu. Mereka masih terlihat bergerombol bermalas-malasan di sekitar panggung untuk sekedar menunggu teman lainnya dan atau bermesraan dengan pasangannya. Selepas magrib, terdengar bisikan jika tiket sudah hampir soldout, rupanya para festivalist mulai berdatangan dari segala penjuru. Class dibuka kembali oleh Root Bottom, Banana For Silvy, The Chemo, dan Overjoy, terlihat lorong sudah penuh sesak oleh festivalist yang haus akan riuh rendah panggung tanpa barikade. Dilanjut The samsul hadi, dan Alter Ego yang berkolaborasi dengan Farid Stevy (FSTVLST), sontak barisan depan berubah menjadi arena moshing berjamaah.


Riuh rendah berlanjut, kali ini giliran FSTVLST yang unjuk gigi. Raungan gitar serta khotbah manis yang memicu adrenalin untuk lebih berkeringat, serta munculnya melodi masyarakat sontak membuat lorong itu semakin terbakar. Dilanjutkan oleh Soloensis, namun sayang banyak festivalist yang beranjak keluar gedung untuk sedikit mencari oksigen yang semakin langka. Beberapa baris masih tersisa hingga saat The Wonosari muncul. Awalnya sempat ragu apakah band ini bisa tampil, karena salah satu personilnya blm juga muncul. Sampai akhirnya, ini menjadi semacam reuni bagi mereka setelah sekian lama tenggelam akan kesibukan masing-masing. Namun sayang seribu sayang, Tripping Junkie tidak bisa menutup garage class malam itu, karena keterbatasan waktu acara yang awalnya sempat mundur beberapa jam.


Gigs yang sederhana,namun memberi kesan dan pesan yang luar biasa. FESTIVALIST #02 berhasil menciptakan huru-hara bawah tanah Garage Rock Yogjakarta. Membuat kita untuk mengigat lagi tentang Bhineka Tunggal Ika, yang sudah luntur dan memudar seiring musim dan bergesernya  peradaban. Lewat musik mereka mampu berbicara, walau hanya sesuatu yang kecil, jika takarannya adalah untuk sebuah bangsa, tetapi bukankah perubahan di mulai dari sesuatu yang kecil, dari diri sendiri lalu merangkul banyak kepala? Festivalist #2 dengan tema "Bhinneka Tunggal Ika", yang merupakan unsur dari semua perbedaan dalam satu semangat, satu pergerakan, dan satu tujuan. Melahirkan sebuah Album Kompilasi, 18 track dari band yang ada didalamnya, 18 band yang terlibat dalam sebuah gigs sederhana yang membangkitkan kembali semangat garage bawah tanah Yogyakarta.

"Rilisan Pertama, Rilisan Bersama. Bukan atas nama apapun kecuali cita-cita sederhana yaitu berkarya, didengar, dan berbagi kebahagiaan, Tidak ada urusan dengan siapa yang memulai juang, Tidak ada urusan dengan siapa yang sering tampil perang, Juga tidak ada urusan dengan pelor siapa ditumbukkan dengan tameng siapa, Adalah sebuah usaha untuk memberikan garis bawah pada teks-teks sejarah kami, Sejarah perang kecil yang akan kami deklarasikan kemerdekaannya bersama-sama suatu saat di massa depan nanti." Festivalist #2, Setara. (Ai)

Posted on Monday, December 17, 2012 by Paramonster Kolektif

3 comments

Tuesday, March 6, 2012

UP AND ATOM x VIDEO NASTY GOES ON HOLIDAY
South-east Asia Tour
@ Five Studio, 19 Februari 2012
Feat: Up And Atom (AUS), Video Nasty (AUS), Poison Nova, After Two Hour, Flaming Your Day, Madcow Disease, W.E.Y.S, Outname

Yeah, inilah salah satu gig yang paling berkesan bagi saya pribadi, sebuah pengalaman baru untuk merasakan atmosfer gig di sebuah garasi. Sebuah hasil kerja keras dari kolektif teman-teman untuk menyulap garasi 5 studio menjadi moshpit haha! Bukan tanpa kekhawatiran menggelar gig seperti ini, mulai dari masalah perizinan hingga masalah keuangan. Sampai 2 hari sebelum acara belum ada keputusan apakah gig akan digelar secara terbuka atau secara tertutup (secret gig) karena pada saat itu ada kekhawatiran mengenai perizinan untuk menggelar acara di garasi, sehingga keputusan masih fifty-fifty untuk menggelar gig di dalam studio dengan konsekuensi overcrowded atau di garasi. Beruntung pemilik dari 5 studio mendukung penuh acara ini dan menyanggupi untuk masalah perizinan yang akhirnya memang goal! Flyer segera di bagikan lewat dunia maya, terima kasih kepada teman-teman media yang membantu kami dalam menyebarkannya!

Acara di mulai sekitar setengah 4 tepat setelah adzan ashar, cukup banyak yang sudah hadir, FYI setiap penonton yang masuk di perkenankan untuk membayar benefit sebuah stiker, dimana hasil dari benefit tersebut digunakan untuk mengantar sang bule-bule ke kota selanjutnya dalam tour asia mereka. Oke acara dibuka dengan penampilan band melodic lokal Outname! ya walaupun agak sedikit ngaret ketika di panggil karena sang bassist yang tak kunjung datang haha, mereka memulai penampilannya dengan sebuah intro yang di lanjutkan dengan lagu "Bersama Untuk Indonesia" sebuah lagu yang beberapa bulan yang lalu mereka rilis secara gratis (bisa di download di blog). Sayang penonton yang datang masih belum tergugah untuk berdansa di pit, ya entah karena masih malu-malu atau belum panas. Total tiga lagu mereka bawakan termasuk sebuah lagu cover dari Speak Up. Jujur sebenarnya sedikit agak mengecewakan penampilan dari mereka entah karena kurang siap atau gimana yang pasti penampilan mereka kurang gigit alias datar-datar saja.

Tak berlama-lama setelah Outname, What Ever You Say (W.E.Y.S) segera naik panggung, ya karena terbatasnya waktu setiap band hanya diberikan waktu 20 menit. Tak cukup lama memang tapi begitulah konsekuensinya. Kali ini mereka membawakan 3 lagu milik mereka yang salah satunya sudah terekam dan dirilis juga "Ilusi Dalam Hati". Dengan irama Pop-Punk mereka menghentak kerumunan yang terbilang pasif sore itu, penampilan mereka ditutup dengan lagu "Ilusi Dalam Hati". Secara keseluruhan mereka bermain aman dan cukup rapih.

Kelar WEYS, menu ketiga sore itu adalah Mad Cow Disease sebuah band pop-punk yang mungkin tidak asing lagi dikalangan remaja-remaja cirebon haha ya karena mereka cukup sering tampil di pensi-pensi sekolah, selain itu mereka cukup produktif dalam menelurkan single demi single nya. Ada yang lain kali ini karena Ali yang dulu bermain synth sekarang beralih sebagai gitaris hmmm sebuah bentuk pendewasaan musik kah atau hanya terbawa arus saja?ah sudahlah bebas saja hehe. Pergeseran tersebut juga membawa dampak terhadap warna musik mereka, lebih banyak beatdown sekilas terdengar seperti Can't Bear This Party. 3 buah pukulan mereka layangkan yang salah satunya adalah sebuah cover dari lagu SID "Jika Kami Bersama".

Gerah karena penonton hanya duduk manis saja seperti nonton wayangan, haha akhirnya duo MC kita Alam & Herly menyuruh mereka untuk bangkit dan merapat ke depan stage. Tak berlama After Two Hour(ATH) segera menghentak stage sore setelah beberapa waktu lalu sempat menyatakan bubar jalan. Band post-rock yang juga tidak bisa di pandang sebelah mata, cukup produktif dalam merilis lagu. Saya cukup terkagum dengan penampilan band yang satu ini, Muchlis yang seakan tak bisa hanya diam dan beryanyi cukup atraktif di atas stage. Menyenangkan bisa melihat mereka kembali. Beberapa trouble memang sempat terjadi suara bass yang begitu menggulung cukup mengganggu penampilan mereka. Overall penampilan yang cukup maksimal dari ATH, cukup membangkitkan mood audience untuk berdansa.

Dan sesi pertama ditutup oleh penampilan band post-hardcore bernamakan Flaming Your Day, sebuah band musim penghujan begitu kawan-kawan menyebutnya haha kenapa? ya karena FYD dalam 2 tahun belakangan hanya bermain untuk satu gig dalam setahun layaknya musim penghujan yang hanya datang setahun sekali. hmmmm bingung harus berkomentar apa, karena nampaknya kurang etis jika saya mereview band saya sendiri hahaha jadi biarkan saja audience yang datang sore itu untuk berkomentar. Terlepas dari itu sedikit cerita dari atas panggung saja, ternyata permasalahan bass yang menggulung ini disebabkan karena monitor bass yang kurang baik di atas panggung. Tak begitu terdengar jelas tetapi ketika volume master dinaikan justru akan terdengar menggulung dari depan stage, ya cukup dilema memang. Akhirnya saya pun mengalah untuk mengecilkannya dan bermain tanpa monitor haha! Sama seperti yang lainnya FYD membawakan 3 lagu termasuk sebuah lagu cover dari kawan lama kita yang sudah terbenam Hero Dies berjudul Just Name! Cukup terharu ketika ternyata audience masih banyak yang ingat lagu ini dan ikut ber sing-along.

Sesi pertama selesai dan saatnya break Maghrib dan Isya untuk menghormati kawan-kawan muslim juga tetangga sekitar venue. Break  di manfaatkan beberapa teman untuk berbincang dengan dua tamu asing kita sore itu (red. Up And Atom, Video Nasty), tak lupa beberapa sesi foto tentunya hehe. Dan yang menarik adalah pendapat Marcus (Gitaris dari Up And Atom), ia terkejut ketika ia tiba di venue ia melihat bahwa gigs disini tidak hanya terbatas untuk suatu kalangan atau dengan kata lain all ages, berbeda dengan gigs  yang biasa ia datangi di kotanya (red. Melbourne). Ia juga mengungkapkan betapa ia excited-nya menjalani tour di Indonesia ini dan menurutnya Cirebon adalah salah satu kota terbaik dalam tournya sejauh ini, ya entah itu hanya sekedar basa-basi atau bukan.

Setelah Jeda tak berlama-lama giliran Poison Nova menghentak panggung, salah satu band lokal yang ditunggu-tunggu malam itu dan benar saja crowd langsung memenuhhi barisan depan pit, padat! Dimulai dengan suara instrumental yang gelap kemudian di susul dengan harmonisasi melodi Sony dan Ache, dan kaboom blasting dan ketukan Andryan menandakan genderang perang telah dibunyikan. Sebuah intro yang benar-benar gahar dari PN, di sambung dengan anthem bagi para Undying Force!! yeay pecah! Garasi kali ini benar-benar menjadi Moshpit haha. Berturut-turut setelahnya Be(lie)ve, The Mislead Doctrine of Devil, dan kemudian di tutup dengan lagu terbaru mereka Forsaken. Sayang insiden memalukan terjadi di saat lagu terakhir, terjadi keributan di pit dan PN pun terpaksa harus menghentikan musik sebelum keributan  merembet dan semakin besar, beruntung keamanan langsung menarik keluar dalang keributan tersebut. PN melanjutkan penampilannya tapi dengan mood yang sudah hancur sebelumnya.

Setelah Poison Nova turun dari panggung berarti saatnya untuk salah satu headliner kita Video Nasty untuk naik panggung. Tanpa persiapan yang lama mereka langsung menggeber lagu-lagu mereka. Jujur untuk Video Nasty saya belum sempat mendengarkan lagu mereka sampai mereka bermain di Cirebon, ya padahal sudah saya coba googling untuk mencari tahu tentang band ini tapi yang saya dapat hanya blog (go to http://hessianhardcore.blogspot.com/) berisi flyer dan jadwal show  tanpa menemukan link unduh lagu mereka. Entah berapa lagu yang mereka bawakan tepatnya saya lupa, yang pasti cukup banyak dan di geber tanpa ampun oleh Mishu dan kawan-kawan. Beberapa selebaran mereka bagikan kepada audience sebagai penyampaian pesan yang mereka bawa, selebaran yang berisi lirik-lirik lagu mereka yang sebelumnya sudah di translate  oleh salah satu kawan dari kota sebelumnya. Sebuah pesan mengenai isu-isu politik dan sosial terjadi secara global. Penampilan yang maksimal dari Video Nasty, cukup memuaskan para audience yang penasaran dengan band aussie satu ini.

Dan akhirnya the last headliner kita Up and Atom naik ke atas stage sebagai penutup garage show kita malam itu. Sebuah band pop-punk asal Melbourne, Australia. Band ini baru saja merilis ep nya bulan februari lalu. Dan benar saja tour south east asia ini merupakan ajang mereka untuk mempromosikan ep mereka ini, semua lagu dalam ep mereka bawakan. Tempo cepat, ketukan-ketukan oldschool dan beatdown-beatdown yang disisipkan di sela-sela lagunya, komposisi yang pas untuk berdansa di pit. Marcus dan Matt yang sebelumnya sudah kursus kilat bahasa cirebon kepada Dimas PN mengucapkan Kirik! yeah! Crowd pun menyambut dengan sorakan dan teriakan. that's a good word dude, and you really said it haha.  Anshumann adalah lagu favorit saya dari ep mereka, woo moshing, crowd surf tak terelakan, meski crowd tak sepadat saat PN, mungkin sudah terkuras tenaga mereka oleh 2 band sebelumnya. Dan sebagai penutup mereka membawakan sebuah lagu cover dari blink-182, Josie sebagai encore yang diminta audience. Mishu dari Video Nasty pun turut larut dan ikut menyanyi bersama dengan Emily. Sungguh penutupan yang klimaks dari Up and Atom.

Secara Keseluruhan Acara ini terbilang lancar dan tepat waktu bahkan lebih cepat dari yang diperkirakan, acara selesai sekitar jam sembilan lewat. Sungguh pengalaman yang mengesankan bisa turut andil sebagai bagian dari terselenggarannya gig ini, tanpa sponsor, benar-benar D.I.Y hanya dengan usaha kolektif teman-teman dan acara ini dapat berjalan dengan lancar. Sukses buat kawan-kawan kedepannya semoga tidak cukup puas sampai disini dan terus berbenah dari kekurangan-kekurangan. Terima kasih kepada teman-teman yang sudah datang dan turut berkolektif apapun itu demi terselenggarannya gig ini. Sampai jumpa di gig berikutnya! Adios!

UP AND ATOM - ANSHUMANN


Posted on Tuesday, March 06, 2012 by Paramonster Kolektif

No comments

Sunday, January 1, 2012

The Price Of Existence
@Breakside Studio

captured by tesoromeo
Hampir putus asa ketika gigs ini dipindahkan dari five Studio ke Breakside Studio, ditambah hujan yang mengguyur Cirebon cukup deras, Tapi tunggu. Putus asa Cuma milik mereka yang tidak punya semangat, yeeaahhh, pukul 6 saya terobos hujan untuk segera sampai di Salah satu Ruko di Lobunta, Wow terlihat masih segelintir manusia saja di venue, saya sabar menunggu teman-teman yang akan perform malam itu, 30 menit kemudian teman-teman satu persatu datang dan, Hompimpa alaihum gambreeeeeeeng..yup BKB (Brother Kill Brother) perform pertama, walau dengan kondisi badan yang kurang prima saya tidak melihat ada yang kurang saat mereka perform, tetap atraktif, dan petakilan seperti sedia kala, hahay, dilanjut dengan Madcow (Madcow Disease) yang mengeber dengan single barunya dan stage control yang terus membaik, lalu diberondong oleh AirStripe, Orphan (Jogja), dan Banana For Silvy (jogja) yeah...Azis purnomo (gitar) membuka performa mereka malam itu mencoba menyihir semua penghuni neraka yag baru saja di rakit itu, gempuran garage rock selalu mengasyikkan, ditutup dengan Toothpaste and Ketchup, sebuah band asal Kuningan yang turut perform di gigs kali ini, penampilan yang enerjik. Hampir keseluruhan band-band yang hadir malam itu memberikan performa terbaiknya, dan tentunya dengan semangat yang tidak tertakar lagi, tak ada alasan apapun gigs ini digagalkan. Karena kita semua masih punya semangat dan ini lah harga dari dan untuk sebuah eksistensi. (al)
*ups..ada band tambahan setelah acara hampir bubar, Flaming Your Day datang untuk perform, mereka telat karena harus recording dan bla..bla..bla..lainnya. huhu....
(al)



Posted on Sunday, January 01, 2012 by Paramonster Kolektif

No comments

Wednesday, September 28, 2011

Foto by: Ardianto
Acara sebenarnya sudah dimulai sejak pukul 9 pagi, namun saya dan kawan-kawan baru tiba di venue sekitar pukul 3 sore, banyak band-band yang sangat ingin saya lihat terlewat seperti Raja Singa, Something Wrong, A.L.I.C.E, Extreme Decay, Matius III:II aaaah sungguh sangat disesalkan memang, tapi ya sudahlah kalo kata bondan mah hahaha! toh masih ada acara puncak, DEATH ANGEL & KATAKLYSM yeaay!

Enforce (AUS) langsung menyambut kedatangan kami di stage C, sayang penampilan mereka kurang maksimal, sang drummer beberapa kali kehilangan tempo mungkin karena monitor di atas panggung yang kurang baik. Sound yang keluar pun terdengar biasa-biasa saja untuk band bertaraf intrernasional, yaah wajar saja mungkin karena mereka datang tidak membawa crew. Alhasil saya hanya mengikuti mereka sampai beberapa lagu saja dan memilih untuk melihat booth merch. Hmmm ngiler anjis!, macam-macam merch terutama kaos-kaos band local maupun luar mentereng terpajang disana dan ori pastinya, sayang saya hanya membawa sedikit uang huhu. Saya kemudian beralih ke stage B, ada band brutal death metal asal Swedia “Deranged” yang sedang bersiap untuk membakar suasana sore itu. Deranged adalah salah satu band yang ditunggu-tunggu penampilannya hari itu, pasalnya mereka baru saja merilis album ke 8 nya. Penampilan mereka cukup impresif meski tanpa didampingi sang vokalis yang tidak hadir, alhasil sang gitaris menggantikan perannya sore itu, beberapa nomor dari album baru mereka pun turut dibawakan. Turut terlihat pula dalam kerumunan para punggawa Burgerkill yang juga menyaksikan penampilan band asal swedia tsb. Setelah Deranged panitia memberikan waktu jeda untuk menghormati umat muslim yang beribadah, karena lokasinya juga yang berdekatan dengan masjid.

Usai jeda maghrib dan isya perhatian mulai terfokus pada stage A yang merupakan panggung utama Rock In Solo kali ini. Oathean (dulu Odin), band melodic black metal asal korsel membuka menu utama malam itu. Ahhh sayang, suara kick drum sempat tidak keluar di beberapa lagu awal, cukup mengganggu memang. Lanjut setelah Oathen turun, ada Down For Life! yeay penampilan mereka pun sontak disambut dengan riuh ‘Pasukan Babi Neraka”. Mereka merupakan band tuan rumah yang memang selalu menjadi langganan dalam perhelatan Rock In Solo ini, kenapa? Ya karena Adjie sang vokalis merupakan salah satu pencetus dibalik lahirnya RIS itu sendiri, jadi wajar saja. Crowd menggila! Stage dive, circle pit, wall of death yeaaah the kids are getting nuts whenever this band started to play their song! Ya sungguh penampilan yang maksimal dari Down For Life, cuma ada yang sedikit mengganggu saya, suara bass yang terlalu cempreng dengan volume yang memekakan telinga, entah emang karakternya yang seperti itu, tapi jujur buat saya sangat sungguh mengganggu, saya bahkan beberapa kali menutup telinga saya.

Selanjutnya ada Burgerkill!! Band yang sedang hangat-hangatnya menjadi buah bibir di Indonesia karena baru saja merilis album barunya “Venomous”. Mereka memulai penampilannya dengan sebuah nomor dari album baru mereka Age of Versus, Woooo gila, ngga salah kalo mereka mendapat predikat band cadas paling berbahaya di Indonesia! tampak terlihat juga Bassist dari KOIL turut membantu BK dalam memainkan efek-efek dan sampling malam itu, woaa bener-bener maksimal! bertubi-tubi setelahnya mereka layangkan perpaduan song list mulai dari album lawas hingga album terbaru mulai dari Under The Scars, Through The Shine, Penjara Batin, Shadow of Sorrow, House of Greed dan Akhirnya penampilan mereka ditutup dengan Darah Hitam Kebencian yeaah sungguh sangat klimaks penampilan mereka malam itu. Tanpa diduga ternyata Walikota Solo turut hadir dalam Rock In Solo kali ini, beliau memang sangat mendukung sekali terselenggaranya salah satu festival musik terbesar di Indonesia ini. Bahkan ketika ditanya siapa artis luar yang ingin beliau lihat di Rock In Solo selanjutnya, beliau menjawab "Ya kalau panitia sanggup, saya mau Lamb Of God atau Metalicca" Damn You Rock Sir! \m/ haha. 

Yeaaah saatnya menu utama malam ini, Kataklysm!! ada yang special dari penampilan mereka malam itu, selain ini adalah penampilan perdana mereka di Indonesia, tapi juga karena turut sertanya seorang dokumenter bersama mereka yang akan mendokumentasikan penampilan mereka di Rock In Solo kali ini untuk di masukan dalam DVD Kataklysm, awesome! Jreeng mereka memulai penampilannya disambut riuh penonton, hmmm sayang hingga 3 lagu awal, mereka tampak masih mengalami kendala di atas panggung, beberapa kali kick drum terseret maju karena tak kuat membendung power sang drummer. Sang vokalis akhirnya minta di beri waktu untuk melakukan setting ulang "Give us a minute to fix this problem, and i promise you we'll give you the unforgetable show ever!", and he's not lying! mereka membayar lunas janjinya itu, sound yang maksimal, permainan yang apik dan rapih, meski tanpa didampingi crew-crew mereka tapi menurut saya penampilan malam itu sangat mantap! mereka menutup penampilan mereka dengan lagu Push The Venom, yang memang ditunggu-tunggu oleh para metalhead malam itu! Jeda sejenak terjadi kembali usai Kataklysm mengakhiri penampilannya, rupannya Headliner RIS kali ini sedang bersiap-siap, ya mereka adalah Death Angel!!! setelah hampir setengah jam menunggu tiba-tiba muncul sebuah tayangan trailer  film dokumenter tentang Death Angel, yang kemudian diikuti munculnya para punggawa Death Angel secara berturut-turu. Woo It's show time! Satu kata tentang band ini, Berkelas! Permainan kedua gitaris mereka yang apik, saling bergantian mengisi part-part di lagu mereka menyihir ribuan penonton yang hadir malam itu, walaupun moshpit yang sudah kelelahan sebelumnya, juga jumlah penonton yang sudah berkurang tapi tak membuat Legenda Thrash Metal Bay Arena ini mengendorkan penampilannya. 14 lagu mereka geber malam itu, hingga akhirnya ditutup oleh sebuah lagu berjudul Thrown To The Wolves. Sungguh suguhan yang sangat klimaks di akhir acara ini, walaupun tenaga habis terkuras, cape memang tapi puas dan bangga bisa jadian dari sejarah Rock In Solo! yang saya salut dari acara ini adalah bahwa acara ini dapat berjalan tanpa diwarnai kerusuhan, inilah bukti bahwa sebuah pertunjukkan musik cadas itu tidak identik dengan kerusuhan. Okay sampai jumpa lagi di Rock In Solo berikutnya semoga saya masih bisa menjadi bagian dari sejarah salah satu festival musik terbesar di tanah Jawa bahkan di Indonesia ini. Adios! (apg)

Posted on Wednesday, September 28, 2011 by Paramonster Kolektif

No comments

Friday, June 24, 2011

Foto: Tebby Wibowo, Soleh Solihun, Wendi Putranto
Bandung Berisik 2011!! suatu acara hajatan metal di bandung yang paling saya tunggu2 dari sekitar tahun 2003 akhirnya bisa ada lagi kemaren tgl 11 juni 2011. Well thx God saya kemaren bisa nonton bareng anak anak, sebenernya isu-isu Bandung berisik v akan ada lagi sudah saya dengar dari awal tahun 2011 hanya memang sebatas dari mulut ke mulut saja so memang blm terbukti kebenarannya takut disangka hoax, karena hampir tidak mungkin event metal besar bisa kembali digelar di kota bandung, fix nya memang saya pertama baca di twitter bahwa memang akan di gelar Bandung Berisik 2011 yang memang akan lebih profesional dibandingkan bandung berisik sebelumnya karena akan menggunakan EO dan pihak sponsor yang bonafit (maaf saya tidak sebutkan merk ntar disangka iklan) dan band-band pengisi acara juga keren keren. Dari cara booking tiket via online dan promosi gede-gedean dari pihak sponsor yang memang edan, beda sama bandung berisik 4 yg panitia dan tukang jaga tiket nya pada kobam parah hahah.

Saya berangkat ke Bandung dengan rombongan paramonster yang datang ke venue di brigif cimohai a.k.a Cimahi kurang lebih jam 2an, rada telat emang kita sengaja karena menurut rundown acara nya band-band keren akan start jam 3 sore. Dari kejauhan sudah terdengar bunyi gaduh yang berisik dan banyak para metalhead lengkap dengan baju hitam dan atribut metalnya yang sedang jalan kaki menuju venue, woow! saya semakin terpacu andrenalinnyeee..jadi inget zaman jahiliah saya dulu. Pas sampe kebetulan kita booking tiket via online jadi ga ngantri dan memang panitia sudah mempersiapkan dengan matang untuk penukaran tiket dan pembelian langsung, wew luar binasaa! ini Bandung Berisik gituu loh, acara metal pula angs kereeen! Sampai juga kita di gate yang megaaaah, kita terpana dengan set panggung, sound serta booth-booth pelengkap lainnya, anjeeeng mantep! Sewaktu masuk kita lewati beberapa security check dan bagi yg memakai gesper harus di tuker dengan tali rapiaah warna biru hahahaha, untung saya tidak pake gesper slayer saya yang import punya, bisa dadah. Sound tatanan panggung sungguh megah, sepertinya 200rb watt dihajar dengan musik cadas sungguh sangat istimewa, line array, amply marshall yang cabinet nya saya hitung total 12 biji dan set drum yang portable sungguh sangat kereen, kapan cirebon bisa seperti ini yes? Ini baru yg nama nya metalfest coy!!! aman nyaman dan aseeeek..masuk stage ada pemisahan buat khusus stage diving, yang mau masuk stage diving dilarang merokok dan harus dalam kondisi fit, anjiing kereen benar-benar mendukung buat moshing!

Set band sudah ada Parau band dari Bali menyambut kita dengan suguhan death metal yang apik dengan performance yang maksimal, wajar sih saya yakin mereka pasti latihan maksimal untuk play di Bandung Berisik. Lanjut setelah parau kemudian menyusul Infamy, jujur Infamy tidak begitu menyita perhatian saya karena maaf tidak ada yg istimewa kecuali bassist dan drummer nya. Metal format empat orang dengan sound gitar kurang maksimal. Lanjut kemudian Outright, nah ini pahlawan baru hardcore dari Bandung!! Keren abis ala NYHC Madball bergabung dengan Hatebreed, performance yang sungguh maksimal dari mereka. Soundnya mantep, bloking panggung dari tiap personil keren, gitarisnya barata keren gitarnya euy bikin iri tapi ada satu yang buat saya kecewa, ko kenapa haruus bawain sepultura yes? hmmm too bad. Skip beberapa band yes karena setelah Outright kita langsung liat Down For Life, mantep! metalcore ala Lamb of God dari sisi vocal dan agak ke arah swedish tapi ga terlalu dominan karena sang vocal lebih ke tough guy. Beda dengan penampilan mereka sebelumnya sewaktu saya pertama kali liat di Solo, lumayan rapih dan terlihat sekali mereka mem-prepare dengan sangat untuk event Bandung Berisik 2011 ini. Lanjuuut... Kemudian di hajar Cranial Incisored, band mathcore chaotic ala Dillinger dari kota gudeg Jogja sungguh membuat para publik melongo karena mereka memainkan musik yang benar-benar tehnical dan apik, mantap! ada jazz swing kemudian tiba-tiba dihajar kembali ke metal dengan nada-nada deminished mantaps hehe sayang sang vokalis terlihat grogi sewaktu berinteraksi dengan penonton. Kemudian ada Jeruji setelah itu, pa haji Themfuck dan kawan tetap prima dengan suguhan musik hc punk yang berenergi seperti tatapan Themfuck sang vokalis membuat para metalheads bermoshpit ria tetapi tidak ada yg berantem men. Lanjut break adzan magrib, sewaktu break kita putar puter sambil liat booth dengan segala bentuk tampilannya dari mulai distro-distro, art sampe daftar silat khas sunda. Tapi ada yang kurang dari Bandung Berisik 2011 kemarin yaitu stock makanan yang memang ketika saya dan anak-anak akan makan ternyata banyak yang sudah habis dan stock sajian nya kurang variatif, yang ada malah menu baso 10rb dapet 5 baso sajaa anjriit sungguh sedih dikala perut lapaar, untuk yang kedua stock kamar mandi atau toilet yang jauh dan tidak banyak, memang panitia membuat map dimana ada tempat untuk ke kamar mandi, tapi berhubung jauh dan hanya ada kurang lebih 3 portable wc jadi saya dan anak-anak ketika kencing harus ala gembel dengan cara mendekatkan diri ke tembok gelap langsung cooor.

Break setelah magrib lanjut Beside tampil. Owangk dkk sungguh sangat apik memainkan musik swedish ala mereka, dengan permainan gitar Hinhin dan Ichad yang rada shredder menjadi sebuah tontonan yg menarik, ditambah sound gitar yang mantap membuat saya iri. Lanjut kemudian Rosemary tampil, maaf no comment fo' band ini. Pasukan dari rawa Komunal sudah bersiap setelah Rosemary, tampak raungan gibson di padu padankan dengan marshall sudah di set. Jreeng komunal tampil, sayang beberapa kali sang drummer mengalami kendala untuk sound out nya, tapi mereka tetep maksimal dengan musik blues ala neraka mereka serasa menyanyikan hyme bagi seorang biker yang akan touring keliling US (lebay). Selanjutnya Disinfected, band grindcore dari uber (Ujung Berung) yang di motori oleh Ameng sang vokalis yang juga founder rokok local morbid nicotine mengerinda telinga saya, dengan sajian musik ala Devourment mereka mem-blasting para metalhead dengan musik grindcore yang apik, apalagi sang drummer yang tampak piawai sekali memaikan teknik blast beat nya. 666Forgotten666 langsung merapat ke panggung setelah Disinfected, keren lah lumayan hehe..ga tau kenapa perasaan dulu mah juara pisan ini band pas saya kuliah taa, tau sekarang asa gimana gituh. Stop! it's Seringai time!! weeer...saya, Donald dan Abel langsung reflek menuju ke tempat area moshpit. Jreeeeeng raungan suara messaboggie dari gitar Ricky Siahaan sudah terdengar disusul personil yang lain. Intro kemudian mereka mainkan, benar-benar for bikers Seringai mah heheh mantap! "Bandung Berisiiiiik!!!" teriak sang vocalis Arian 13 datang dari belakang, langsung disusul dengan aplaus para metal head. Jreeeng, entah disitu saya lupa karena saya, Donald dan Abel langsung menggila di tengah circle pit, mantap Seringai benar-benar membakar! Jasad tampil setelah itu, karena saya kelelahan saya kembali ke tempat anak-anak kumpul. Drummer nya mantap, gravity blast sang drummer sungguh sangat apik membuat Andryan tercengo! Untuk instrument yang lainnya tampak kurang menggelegar, ga tau apa memang musik deathmetal mereka seperti ini atau bagaimana, perasaan sekelas Dying Fetus saja masih clear untuk semua alat musik nya, too bad tapi Manjasad tetep juara dese bernyanyi sambil udud kretek seperti biasa,hehe kamana atuh mang?

Setelah jasad, ini band yg paling ditunggu-tunggu yaitu Burgerkill!! Just info sebelum mereka perform mereka sempat coaching dan sharing tentang album baru mereke dan lain sebagainya di salah satu booth di Bandung Berisik. Kebetulan saya dan Dimas bertemu langsung dengan pak Eben dan Andris nya dan mereka tetap humble dengan obrolan yang seadanya karena mereka juag harus prepare untuk persiapan perform, tapi tak apa lah namanya jg bertemu dengan idola. Sebelum BK tampil tampak seluruh crew mempersiapkan dengan matang mulai dari pemasangan back drop untuk amply gitar, pengecekan ulang alat dan lainnya. Kurang lebih prepare 10 menit, lama tapi so what? mereka artisnyaa mau tak mau ya harus nunggu. Terdengar cd playback sudah dimainkan dan tampak satu-satu personil muncul. Jreeng! terdengar langsung pak Eben memainkan intro gitar Darah Hitam Kebencian diiringi aplaus dan teriakan seluruh metal head yang hadir hari itu, lagu ini yang selalu mereka bawakan pada setiap penampilan mereka, apik, rapih, sound dan lighting maksimal disuguhkan Burgerkill sebagai band terakhir di acara Bandung Berisik 2011. Well sungguh sangat puas saya dan teman-teman dengan hanya membayar 25rb bisa hadir di acara metal yang konon terbesar di wilayah Asia Tenggara, benar-benar keren sungguh suatu kebanggaan. Kurang lebih 1000 orang datang pada saat itu dan semua provider komunikasi mengalami kendala entah kenapa, mudah-mudahan event Bandung Berisik ini membuka jalan bagi semua orang yang memang masuk dalam scene ini entah apalah bentuknya tapi saya yakin pasti membawa efek besar bagi musik Indonesia, khususnya musik metal dan membuka mata bagi orang-orang yang sebelumnya menganggap musik metal itu identik dengan keributan atau hal-hal negatif di dalamnya, dan kemaren kita semua para metalhead membuktikan itu semua tidak benar. Khusunya bagi orang-orang Crb yang menonton acara ini, jadi jangan hanya nonton doang, jadikan Bandung Berisik itu patokan bagi kalian yang memang sering membuat acara-acara metal, acara metal seharusnya begini, tatanan panggung, lightening, sound system, keamanan dan kenyamanan juga diperhatikan. Okeh cukup sekian dari ek, mudah-mudahan kita sama-sama bisa belajar dari event ini dan mudah-mudahan kedepannya Cirebon bisa memiliki acara yang seperti ini. amiiin.wasslm *sony666

Posted on Friday, June 24, 2011 by Paramonster Kolektif

No comments

Wednesday, March 16, 2011

Studio Show #28 Sabtu, 12 Maret 2011 @ Five Studio, Cirebon. Feat: BKBHC, 1.2.3.4, Membara (Bekasi), Against All (Bekasi), L.R.P (Bekasi)

Hujan deras yang mengguyur kota Cirebon malam itu tetap tak menjadi kendala bagi para penggila gigs untuk datang ke Studio Show #28. Gigs kali ini kedatangan teman-teman dari kota Bekasi yang ikut mengisi acara malam itu. Dimulai pada pukul 20.30, dengan diawali penampilan BKBHC (Brother Kill Brother), sebuah band hardcore Cirebon yang merupakan band proyekan dari gitaris Poison Nova (Soni). Sebuah lagu bernuansa strife new school HC mengawali penampilan mereka malam itu, sontak pit pun mulai menjadi liar. BKB menutup penampilannya dengan mengcover lagu Citra Natural milik Seringai. Dilanjut dengan penampilan dari 1.2.3.4, mengcover sebuah lagu dari The Offspring berjudul "All I Want" yang membuat penonton ber-sing along.

Mendadak pit area mulai dipenuhi oleh segerombolan toughguy hardcore yang antusias menunggu set dari band Bekasi HC. Intro mulai dikumandangkan Membara dengan vocalis wanitanya yg bersuara harsh ber-tough guy ria ala hatebreed. Total 4 lagu yang dibawakan membuat moshpit malam itu semakin panas. Karena kondisi studio yang mulai pengap, acara pun di jeda untuk me-refresh udara dalam dalam studio. Lanjut setelah jeda giliran Against All yang kembali memanaskan suasana, karena sempat mendingin akibat jeda. Sebuah orasi dari vokalismya tentang zionisme di Indonesia yang harus dilawan. Sekitar 4 lagu mereka bawakan termasuk  sebuah lagu cover dari Comeback kid berjudul Wake The Dead. L.R.P menutup acara malam itu dengan irama melodic skate punk bertempo kencang yg membuat kita ingin berjingkrak, tidak aneh memang jika band ini mendapatkan apresiasi dari negara tetangga (singapore, malaysia)

Posted on Wednesday, March 16, 2011 by Paramonster Kolektif

No comments

Wednesday, March 2, 2011

Studio Show #27 Sabtu, 26 Februari 2011 @ Five Studio, Cirebon. Feat: The Critical Insurection unpredictable (C.I.U), Our Last History, Tutor to The Death, Autis Tiada Habis, 1 2 3 4, Story Life of Angelica

Episode ke 27 dari gigs kolektif paramonster didalam neraka rakitan kali ini diisi oleh wajah-wajah baru ,yeah! The Critical Insurection unpredictable (C.I.U) membuka pori-pori penghuni neraka rakitan ini dengan cukup apik memainkan garage rock, sing along tak terelakan ketika mereka mengkover lagu "Last Nite" dari The Strokes.  Disusul dengan Our Last History yang cukup berani memainkan HC (newskool), membuat suasana neraka rakitan yang dipenuhi orang semakin panas. Tutor to The Death kemudian menggebrak kerumunan malam itu dengan raungan deathcore-nya.

Acara sempat dihentikan untuk cooling down sejenak karena padatnya orang yang datang malam itu membuat oksigen di ruang studio  menipis. Setelah jeda giliran Autis Tiada Habis dengan irama post-hardcore nya mulai menghangatkan kembali suasana yang sempat mendingin akibat jeda. Saatnya 1 2 3 4 maju, beat-beat kencang berirama punk rock mereka layangkan dengan cukup baik, moshpit pecah ketika mereka membawakan lagu "All I Want" nya The Offspring.

Akhirnya pukulan terakhir dilayangkan oleh Story Life of Angelica untuk menutup gigs yang ciamik malam itu...ah nikmat sekali micro gigs bulanan ini kembali kondusif dengan stage tanpa barikade dan tiket mahal..dan yang lebih penting dari itu semua adalah gigs ini adalah sebuah Kongsi untuk membunuh rockstar (attitude) di manapun mereka berada !!!! (al)

Posted on Wednesday, March 02, 2011 by Paramonster Kolektif

No comments

Saturday, January 29, 2011

Hujan lagi-lagi menghadang, namun tidak menyurutkan niat semua setan yang datang ke StudioShow kali ini. Di buka oleh penampilan Outname yang memberikan performa prima menyambut kedatangan para calon penghuni neraka rakitan di Five Studio, Disusul oleh Mad Cow Disease, Like Twenty One, dan sebuah band yang sangat-sangat sulit di cari akronimnya JUST SITTING HERE UNTIL LUCIFER TOOK ME WHEN I DRINK ALCOHOL IN DEVIL BOX..nah loh susahkan ngebacanya juga. Well.. pukulan terakhir dilayangkan tanpa balas oleh Poison Nova kepada penghuni neraka rakitan ini. Serupa UndyingForce, serupa robot berpeluh, semua mengikuti perintah dari distorsi, dan suara ratapan anak iblis. StudioShow yang dikordinir seluruhnya oleh anak-anak SMA ini tak kalah panas dengan apa yang sering dilakukan oleh para pendahulunya.

Posted on Saturday, January 29, 2011 by Paramonster Kolektif

No comments

Wednesday, December 22, 2010



Studiodhow Paramonster # 26
10 Desember 2010

Hujan tak menghalangi niat saya untuk datang ke studio show kali ini, hujan yang tak kunjung henti menyebabkan gigs kali ini lebih nampak seperti private gigs karena hanya dihadiri oleh 20 orang saja, dibuka oleh penampilan band projekan sony666 ( poison nova ), johan ( sepanjang hari ), dan adrian ( okaydokay ) yang mengusung hardcore, menggaet Mudi orang yang dibilang baru dalam bermusik, namun piawai mengimbangi sonny,lalu digempur lagi oleh The Scooter Five Studio dihantam oleh batu yang berguling membawa isi Sosial dan Politik, Insitusi negara yang amburadul, sampai pada Walikota yang tidak becus memimpin. 

Rehat sejenak, dan jreeeeeng The Jenny band Garage rock asal jogja mengocok adonan studioshow kali ini menjadi sangat istimewa, single The Only way sangat istimewa di nyanyikan untuk membangunkan semua nyawa dalam neraka rakitan di pilang setrayasa itu, Keringat dan alkohol menjadi tak jauh beda, karena farid sangat sederhana berkomunikasi dengan teman penceritanya di Cirebon. Walau pada hujan mata pisau kali ini payung baja tak dibiarkan membuka, namun keberanian semua nyawa di studio show kali ini lah yang menyelamatkan.

Posted on Wednesday, December 22, 2010 by Paramonster Kolektif

No comments

Tuesday, December 21, 2010

Studioshow Paramonster #23 
6 november 2010

Yeaaahhh..hawa panas terasa saat membuka pintu, derau distorsi, hujaman kick drum, dan suara parau langsung merubah mood semua yang masuk kedalam neraka rakitan ini. Walau tak seramai biasanya studioshow kali ini tetap membantai semua manusia, hewan, dan setan yang ada didalamnya. Dibuka oleh HeyHeyHey We’Re 26 and jobless sebuah band folk punk yang baru pertama kali tampil ini langsung membuat arena joging menjadi basah dan licin oleh keringat, lalu tak kalah gahar Sepanjang Hari yang sedang promo E.P nya melanjutkan pembantaian semakin menyakitkan, dan lalu berturut-turut, sound of krypton, kuliner, mad cow disease, down syndrome, dan ditutup dengan apik oleh To Hit The Bottle . Sebuah studio show yang ciamik tanpa ada perkelahian..yeah!(al)

Posted on Tuesday, December 21, 2010 by Paramonster Kolektif

No comments