Showing posts with label Blog. Show all posts
Showing posts with label Blog. Show all posts

Friday, March 1, 2013

 
Kabar terbaru dari Pairs, duo post-punk asal (Shanghai) yang beberapa waktu lalu sempat mampir ke Cirebon dalam lawatan tour Asia Tenggaranya. Pairs baru saja merilis EP berjudul 'Eltham Join' tanggal 27 February lalu. EP tersebut dirilis secara gratis dan dapat diunduh via bandcamp.

Yang menarik adalah di dalam EP tersebut terselip sebuah lagu berjudul 'Cirebon', whoaa sontak saya langsung memutar lagu tersebut. Lagu berdurasi 4 menit 19 detik ini hanya berinstrumenkan piano dari awal hingga akhir lagu, mereka juga menyisipkan suara-suara hasil dari dokumentasi mereka yang direkam dengan video recorder ketika mereka berkunjung untuk gig penghujung tahun 2012 di Cirebon. Setelah saya coba-coba dengarkan, meraba-raba sedikit lirik yang dicelotehkan ternyata lagu 'Cirebon' ini menceritakan tentang pengalaman mereka ketika bermain di Cirebon dan bagaimana mereka menikmati gig tersebut.

Sebuah rekaman wawancara pendek setelah gig oleh 'F' kepada sang drummer Rhys pun turut disisipkan di dalamnya. Sedikit tertangkap ditelinga saya obrolan mereka tersebut, 'F' mencoba menanyakan kepada Rhys tentang gig yang baru saja mereka lakukan, "We play the set, it's really good" jawabnya. Rhys juga memohon maaf karena mereka hanya sempat memainkan 2-3 lagu sebelum akhirnya ia kepanasan dan kemudian muntah. Kondisi fisiknya yang kurang baik membuat Pairs menghentikan pertunjukannya malam itu lebih cepat. Ya mungkin lagu ini adalah bentuk permohonan maaf mereka kepada teman-teman di Cirebon karena belum bisa tampil maksimal kala itu. Well, terima kasih Pairs semoga kalian bisa mampir kembali lain waktu. 再见!

PAIRS
Facebook 
Bandcamp 

 

Posted on Friday, March 01, 2013 by Paramonster Kolektif

5 comments

Monday, December 17, 2012


 

Bhinneka Tunggal Ika. Mungkin kita mengenal kalimat ini ketika masih duduk pada bangku kayu sekolah dasar,atau malah baru tau sebab membaca tulisan ini, tentang keberagaman, perbedaan yang sebenarnya tetap satu. Satu bangsa,satu satu bendera dan satu sama lain yang semetinya bisa bersatu. Toh seiring merambatnya waktu,perbedaan ternyata menjadi pematik untuk saling singgung dan bunuh di negri ini. Kebencian sudah tertanam dari dini,pelajar gemar bermain batu,kayu,besi dan parang,beradu hakim satu satu sama lain. Trotoar dan aspal adalah arena dan saksi bungkam berpeluh darah pun dendam.


Dari sedikit chaos-chaos yang terungkap di atas, yang sebenarnya tidak dapat di hitung dengan jari,masih ada beberapa orang-orang dengan ide-ide, gagasan dan aksi nyata yang positif. Tersebutlah FESTIVALIST, sebuah nama yang merangkul, menjabat erat siapapun setiap kamu. Bukan fanbase pun groupies, melainkan lingkaran sebuah keluarga dari band yang cukup senja dari Yogjakarta yang bernama FSTVLST. Cuaca sedang tak menentu, begitu teriknya surya, disusul kelabunya langit, dan gemercik air yang jatuh entah darimana, semua terlukis pada hari itu. Tapi hal itu tak mengahalangi para festivalist untuk berangkat ke venue yang jaraknya lumayan jauh dari pusat kota. Saya bergegas tiba disana lebih awal untuk mempersiapkan streaming radio online, awalnya ada sedikit gangguan akan sinyal, tapi setelah mencari posisi dan gaya yang pas akhirnya 2 radio online (saya mewakili mpukiyups, dan kanaltigapuluh) bisa mengudara lewat lorong bawah tanah.


Sabtu 8 Desember 2012 bertempat di STIM AMP YKPN baru saja di helat FESTIVALIST #02 dengan tajuk Bhineka Tunggal Ika. Gigs dan rilisan pertama rintisan bersama,sebuah album kompilasi terangkum 18 track dalam kepingan CD dari band-band penampil. Nama-nama baru dan pelaku lama Soloensis, Savior, Overjoy, The Chemo, Alterego, Trippingjunkie, Thsmslhd, Sheena, Balaclava, Jimbekids, Rootbottom, The Kage, Gunmors, Jalang, Banana For Silvy, Rizuvan Airsick, FSTVLST, dan The Wonosari. Lorong dari dasar yang paling dasar dari bangunan perkuliahan,adalah altar para penampil unjuk gigi. Cukup dengan mengeluarkan rupiah 40.000 (CD KOMPILASI + BANDANA + STICKERPACK+TIKET MASUK FESTIVALIST #02) atau 15.000 (Bandana+Stickerpack).


Class sore itu dibuka oleh Rizuvan Airsick, Gunmors, Balaclava, The Kage, Jalang, dan Sheena, namun terlihat belum banyak penonton yang memadati barisan depan kala itu. Mereka masih terlihat bergerombol bermalas-malasan di sekitar panggung untuk sekedar menunggu teman lainnya dan atau bermesraan dengan pasangannya. Selepas magrib, terdengar bisikan jika tiket sudah hampir soldout, rupanya para festivalist mulai berdatangan dari segala penjuru. Class dibuka kembali oleh Root Bottom, Banana For Silvy, The Chemo, dan Overjoy, terlihat lorong sudah penuh sesak oleh festivalist yang haus akan riuh rendah panggung tanpa barikade. Dilanjut The samsul hadi, dan Alter Ego yang berkolaborasi dengan Farid Stevy (FSTVLST), sontak barisan depan berubah menjadi arena moshing berjamaah.


Riuh rendah berlanjut, kali ini giliran FSTVLST yang unjuk gigi. Raungan gitar serta khotbah manis yang memicu adrenalin untuk lebih berkeringat, serta munculnya melodi masyarakat sontak membuat lorong itu semakin terbakar. Dilanjutkan oleh Soloensis, namun sayang banyak festivalist yang beranjak keluar gedung untuk sedikit mencari oksigen yang semakin langka. Beberapa baris masih tersisa hingga saat The Wonosari muncul. Awalnya sempat ragu apakah band ini bisa tampil, karena salah satu personilnya blm juga muncul. Sampai akhirnya, ini menjadi semacam reuni bagi mereka setelah sekian lama tenggelam akan kesibukan masing-masing. Namun sayang seribu sayang, Tripping Junkie tidak bisa menutup garage class malam itu, karena keterbatasan waktu acara yang awalnya sempat mundur beberapa jam.


Gigs yang sederhana,namun memberi kesan dan pesan yang luar biasa. FESTIVALIST #02 berhasil menciptakan huru-hara bawah tanah Garage Rock Yogjakarta. Membuat kita untuk mengigat lagi tentang Bhineka Tunggal Ika, yang sudah luntur dan memudar seiring musim dan bergesernya  peradaban. Lewat musik mereka mampu berbicara, walau hanya sesuatu yang kecil, jika takarannya adalah untuk sebuah bangsa, tetapi bukankah perubahan di mulai dari sesuatu yang kecil, dari diri sendiri lalu merangkul banyak kepala? Festivalist #2 dengan tema "Bhinneka Tunggal Ika", yang merupakan unsur dari semua perbedaan dalam satu semangat, satu pergerakan, dan satu tujuan. Melahirkan sebuah Album Kompilasi, 18 track dari band yang ada didalamnya, 18 band yang terlibat dalam sebuah gigs sederhana yang membangkitkan kembali semangat garage bawah tanah Yogyakarta.

"Rilisan Pertama, Rilisan Bersama. Bukan atas nama apapun kecuali cita-cita sederhana yaitu berkarya, didengar, dan berbagi kebahagiaan, Tidak ada urusan dengan siapa yang memulai juang, Tidak ada urusan dengan siapa yang sering tampil perang, Juga tidak ada urusan dengan pelor siapa ditumbukkan dengan tameng siapa, Adalah sebuah usaha untuk memberikan garis bawah pada teks-teks sejarah kami, Sejarah perang kecil yang akan kami deklarasikan kemerdekaannya bersama-sama suatu saat di massa depan nanti." Festivalist #2, Setara. (Ai)

Posted on Monday, December 17, 2012 by Paramonster Kolektif

3 comments

Wednesday, December 12, 2012






12-12-12 ternyata bukan hari kiamat yang menurut ramalan akan terjadi pada hari tersebut, melainkan hari dimana dua band berbahaya Poison Nova dan Bvrtan, berduet dalam split album bertajuk "Derita Rocker Kampvngan". Ya mungkin Tuhan pun tidak ingin melewatkan moment ini sehingga ia pun masih merestui bumi untuk berputar. Split album yang dinaungi oleh Alpha Omega Record ini diproduksi terbatas yaitu hanya 50 keping saja, yeah it going to be so fvckin rare! Split album ini berisi 7 lagu dari Bvrtan dan 5 lagu dari Poison Nova. Oh iya, mungkin yang kemaren kalian masih kentang dengerin preview lagu baru Poison Nova "Pagan Blood" maka cukup order album ini karena lagu tersebut masuk dalam list. Split album ini bisa didapat dengan harga IDR 125 (termasuk kaos), hubungi 0857 2530 3737 (Arif), untuk info lebih lengkap bisa menuju Alpha Omega Merch. Well grab it fast mate!

Posted on Wednesday, December 12, 2012 by Paramonster Kolektif

No comments

Sunday, June 17, 2012



Hello, baru saja mendapat kiriman email dari seorang kawan dari Jogja, berisi single dari band pop-punk bernamakan Orphan. Band ini sempat menyambangi Cirebon di penghujung tahun 2011 silam. Oke, single ini mereka beri judul Tak Bisa Lupakan, track ini berdurasi kurang lebih 4 setengah menit. Lagu yang catchy sekali di telinga menurut saya, riff-riff gitar yang rapih, komposisinya pun cukup baik hingga klimaksnya. Well sangat di rekomendasikan bagi kalian yang menyukai band-band seperti Act As One, Set Your Goal, The Bear Season. Okay bagi kalian yang penasaran untuk mendengarkan lagu mereka ini, bisa streaming disini. atau unduh lagu disini


Posted on Sunday, June 17, 2012 by Paramonster Kolektif

No comments

Monday, May 21, 2012


Mourner Zine #6  Mei 2012. Untuk mengunduh dalam format PDF klik disini. Untuk Hardcopy bisa di ambil di (Emphatium Lab.) Jln. Pancuran No 79 Cirebon


JournoSlave :
Alam Darussalam,
Photo : 
Alda

Kantor :
Emphatium.Lab
Jl.Pancuran No.79 Cirebon
Distribusi :
Emphatium.Lab
Info, Kritik, Saran, Cacimaki kirim ke :
087729123475 (alam)
mournerzine@ymail.com


Follow Mourner on twitter @mournerzine

Posted on Monday, May 21, 2012 by Paramonster Kolektif

2 comments

Friday, April 13, 2012


Here is it! Belati, sebuah nama yang pas untuk band hardcore tough guy dari Cirebon ini. Beranggotakan 3 orang yang dulu beratapkan Brother Kill Brother yang menyatakan bubar jalan akhir tahun lalu. Disayangkan memang tapi proyek mereka kali ini nampaknya tak kalah berbahaya dari yang sebelumnya. Menggaet Dede sebagai vokalis, Belati langsung meluncurkan demo berisikan 2 lagu yang menghantam telak telinga kalian. Lagu pertama berjudul "Generasi Instan" berdurasi 2 setengah menit, menceritakan tentang betapa muaknya mereka dengan fenomena pemuda berjiwa labil yang terombang-ambing terbawa zaman aka poser. Lagu kedua berjudul "Pecundang Jalanan", sebuah bentuk keprihatinan mereka terhadap maraknya geng motor di Cirebon yang merugikan masyarakat. walaupun baru sekedar balancing, tapi sungguh sudah terbilang layak untuk didengarkan oleh kalian. 

Link Unduh:
 


follow Belati @belatiwillkill

Posted on Friday, April 13, 2012 by Paramonster Kolektif

No comments


Well, sebetulnya single ini tidak bisa dibilang baru juga, karena sudah beberapa bulan yag lalu dirilis. Ya, tapi tak ada salahnya lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali *ngeles haha! Lagu ini sebenarnya akan mereka simpan untuk mini album mereka, tapi akhirnya mereka sebar secara gratis juga, mungkin karena sudah terlalu banyak demand dari para Undying Force agar lagu ini di share secara gratis. Oke, kali ini Poison Nova menawarkan sebuah lagu yang cukup kelam, masih dengan melodic deathmetal-nya namun lebih galau! dalemlah liriknya! haha. Komposisi yang ciamik menurut saya, saya suka setiap part-nya terutama pada menit ke 4:01 - 4:40. Ya, itu adalah bagian favorit saya yang membuat saya merinding dan memutarnya berulang kali. Buat saya it's a better record than their another song, sound yang di sajikan lebih dari layak layak untuk didengarkan melalui pemutar musik kalian, recommended buat pecinta band-band seperti In Flames, Dissection, Arch Enemy.

Unduh Poison Nova "Forsaken" disini 

Posted on Friday, April 13, 2012 by Paramonster Kolektif

No comments

Tuesday, March 6, 2012

UP AND ATOM x VIDEO NASTY GOES ON HOLIDAY
South-east Asia Tour
@ Five Studio, 19 Februari 2012
Feat: Up And Atom (AUS), Video Nasty (AUS), Poison Nova, After Two Hour, Flaming Your Day, Madcow Disease, W.E.Y.S, Outname

Yeah, inilah salah satu gig yang paling berkesan bagi saya pribadi, sebuah pengalaman baru untuk merasakan atmosfer gig di sebuah garasi. Sebuah hasil kerja keras dari kolektif teman-teman untuk menyulap garasi 5 studio menjadi moshpit haha! Bukan tanpa kekhawatiran menggelar gig seperti ini, mulai dari masalah perizinan hingga masalah keuangan. Sampai 2 hari sebelum acara belum ada keputusan apakah gig akan digelar secara terbuka atau secara tertutup (secret gig) karena pada saat itu ada kekhawatiran mengenai perizinan untuk menggelar acara di garasi, sehingga keputusan masih fifty-fifty untuk menggelar gig di dalam studio dengan konsekuensi overcrowded atau di garasi. Beruntung pemilik dari 5 studio mendukung penuh acara ini dan menyanggupi untuk masalah perizinan yang akhirnya memang goal! Flyer segera di bagikan lewat dunia maya, terima kasih kepada teman-teman media yang membantu kami dalam menyebarkannya!

Acara di mulai sekitar setengah 4 tepat setelah adzan ashar, cukup banyak yang sudah hadir, FYI setiap penonton yang masuk di perkenankan untuk membayar benefit sebuah stiker, dimana hasil dari benefit tersebut digunakan untuk mengantar sang bule-bule ke kota selanjutnya dalam tour asia mereka. Oke acara dibuka dengan penampilan band melodic lokal Outname! ya walaupun agak sedikit ngaret ketika di panggil karena sang bassist yang tak kunjung datang haha, mereka memulai penampilannya dengan sebuah intro yang di lanjutkan dengan lagu "Bersama Untuk Indonesia" sebuah lagu yang beberapa bulan yang lalu mereka rilis secara gratis (bisa di download di blog). Sayang penonton yang datang masih belum tergugah untuk berdansa di pit, ya entah karena masih malu-malu atau belum panas. Total tiga lagu mereka bawakan termasuk sebuah lagu cover dari Speak Up. Jujur sebenarnya sedikit agak mengecewakan penampilan dari mereka entah karena kurang siap atau gimana yang pasti penampilan mereka kurang gigit alias datar-datar saja.

Tak berlama-lama setelah Outname, What Ever You Say (W.E.Y.S) segera naik panggung, ya karena terbatasnya waktu setiap band hanya diberikan waktu 20 menit. Tak cukup lama memang tapi begitulah konsekuensinya. Kali ini mereka membawakan 3 lagu milik mereka yang salah satunya sudah terekam dan dirilis juga "Ilusi Dalam Hati". Dengan irama Pop-Punk mereka menghentak kerumunan yang terbilang pasif sore itu, penampilan mereka ditutup dengan lagu "Ilusi Dalam Hati". Secara keseluruhan mereka bermain aman dan cukup rapih.

Kelar WEYS, menu ketiga sore itu adalah Mad Cow Disease sebuah band pop-punk yang mungkin tidak asing lagi dikalangan remaja-remaja cirebon haha ya karena mereka cukup sering tampil di pensi-pensi sekolah, selain itu mereka cukup produktif dalam menelurkan single demi single nya. Ada yang lain kali ini karena Ali yang dulu bermain synth sekarang beralih sebagai gitaris hmmm sebuah bentuk pendewasaan musik kah atau hanya terbawa arus saja?ah sudahlah bebas saja hehe. Pergeseran tersebut juga membawa dampak terhadap warna musik mereka, lebih banyak beatdown sekilas terdengar seperti Can't Bear This Party. 3 buah pukulan mereka layangkan yang salah satunya adalah sebuah cover dari lagu SID "Jika Kami Bersama".

Gerah karena penonton hanya duduk manis saja seperti nonton wayangan, haha akhirnya duo MC kita Alam & Herly menyuruh mereka untuk bangkit dan merapat ke depan stage. Tak berlama After Two Hour(ATH) segera menghentak stage sore setelah beberapa waktu lalu sempat menyatakan bubar jalan. Band post-rock yang juga tidak bisa di pandang sebelah mata, cukup produktif dalam merilis lagu. Saya cukup terkagum dengan penampilan band yang satu ini, Muchlis yang seakan tak bisa hanya diam dan beryanyi cukup atraktif di atas stage. Menyenangkan bisa melihat mereka kembali. Beberapa trouble memang sempat terjadi suara bass yang begitu menggulung cukup mengganggu penampilan mereka. Overall penampilan yang cukup maksimal dari ATH, cukup membangkitkan mood audience untuk berdansa.

Dan sesi pertama ditutup oleh penampilan band post-hardcore bernamakan Flaming Your Day, sebuah band musim penghujan begitu kawan-kawan menyebutnya haha kenapa? ya karena FYD dalam 2 tahun belakangan hanya bermain untuk satu gig dalam setahun layaknya musim penghujan yang hanya datang setahun sekali. hmmmm bingung harus berkomentar apa, karena nampaknya kurang etis jika saya mereview band saya sendiri hahaha jadi biarkan saja audience yang datang sore itu untuk berkomentar. Terlepas dari itu sedikit cerita dari atas panggung saja, ternyata permasalahan bass yang menggulung ini disebabkan karena monitor bass yang kurang baik di atas panggung. Tak begitu terdengar jelas tetapi ketika volume master dinaikan justru akan terdengar menggulung dari depan stage, ya cukup dilema memang. Akhirnya saya pun mengalah untuk mengecilkannya dan bermain tanpa monitor haha! Sama seperti yang lainnya FYD membawakan 3 lagu termasuk sebuah lagu cover dari kawan lama kita yang sudah terbenam Hero Dies berjudul Just Name! Cukup terharu ketika ternyata audience masih banyak yang ingat lagu ini dan ikut ber sing-along.

Sesi pertama selesai dan saatnya break Maghrib dan Isya untuk menghormati kawan-kawan muslim juga tetangga sekitar venue. Break  di manfaatkan beberapa teman untuk berbincang dengan dua tamu asing kita sore itu (red. Up And Atom, Video Nasty), tak lupa beberapa sesi foto tentunya hehe. Dan yang menarik adalah pendapat Marcus (Gitaris dari Up And Atom), ia terkejut ketika ia tiba di venue ia melihat bahwa gigs disini tidak hanya terbatas untuk suatu kalangan atau dengan kata lain all ages, berbeda dengan gigs  yang biasa ia datangi di kotanya (red. Melbourne). Ia juga mengungkapkan betapa ia excited-nya menjalani tour di Indonesia ini dan menurutnya Cirebon adalah salah satu kota terbaik dalam tournya sejauh ini, ya entah itu hanya sekedar basa-basi atau bukan.

Setelah Jeda tak berlama-lama giliran Poison Nova menghentak panggung, salah satu band lokal yang ditunggu-tunggu malam itu dan benar saja crowd langsung memenuhhi barisan depan pit, padat! Dimulai dengan suara instrumental yang gelap kemudian di susul dengan harmonisasi melodi Sony dan Ache, dan kaboom blasting dan ketukan Andryan menandakan genderang perang telah dibunyikan. Sebuah intro yang benar-benar gahar dari PN, di sambung dengan anthem bagi para Undying Force!! yeay pecah! Garasi kali ini benar-benar menjadi Moshpit haha. Berturut-turut setelahnya Be(lie)ve, The Mislead Doctrine of Devil, dan kemudian di tutup dengan lagu terbaru mereka Forsaken. Sayang insiden memalukan terjadi di saat lagu terakhir, terjadi keributan di pit dan PN pun terpaksa harus menghentikan musik sebelum keributan  merembet dan semakin besar, beruntung keamanan langsung menarik keluar dalang keributan tersebut. PN melanjutkan penampilannya tapi dengan mood yang sudah hancur sebelumnya.

Setelah Poison Nova turun dari panggung berarti saatnya untuk salah satu headliner kita Video Nasty untuk naik panggung. Tanpa persiapan yang lama mereka langsung menggeber lagu-lagu mereka. Jujur untuk Video Nasty saya belum sempat mendengarkan lagu mereka sampai mereka bermain di Cirebon, ya padahal sudah saya coba googling untuk mencari tahu tentang band ini tapi yang saya dapat hanya blog (go to http://hessianhardcore.blogspot.com/) berisi flyer dan jadwal show  tanpa menemukan link unduh lagu mereka. Entah berapa lagu yang mereka bawakan tepatnya saya lupa, yang pasti cukup banyak dan di geber tanpa ampun oleh Mishu dan kawan-kawan. Beberapa selebaran mereka bagikan kepada audience sebagai penyampaian pesan yang mereka bawa, selebaran yang berisi lirik-lirik lagu mereka yang sebelumnya sudah di translate  oleh salah satu kawan dari kota sebelumnya. Sebuah pesan mengenai isu-isu politik dan sosial terjadi secara global. Penampilan yang maksimal dari Video Nasty, cukup memuaskan para audience yang penasaran dengan band aussie satu ini.

Dan akhirnya the last headliner kita Up and Atom naik ke atas stage sebagai penutup garage show kita malam itu. Sebuah band pop-punk asal Melbourne, Australia. Band ini baru saja merilis ep nya bulan februari lalu. Dan benar saja tour south east asia ini merupakan ajang mereka untuk mempromosikan ep mereka ini, semua lagu dalam ep mereka bawakan. Tempo cepat, ketukan-ketukan oldschool dan beatdown-beatdown yang disisipkan di sela-sela lagunya, komposisi yang pas untuk berdansa di pit. Marcus dan Matt yang sebelumnya sudah kursus kilat bahasa cirebon kepada Dimas PN mengucapkan Kirik! yeah! Crowd pun menyambut dengan sorakan dan teriakan. that's a good word dude, and you really said it haha.  Anshumann adalah lagu favorit saya dari ep mereka, woo moshing, crowd surf tak terelakan, meski crowd tak sepadat saat PN, mungkin sudah terkuras tenaga mereka oleh 2 band sebelumnya. Dan sebagai penutup mereka membawakan sebuah lagu cover dari blink-182, Josie sebagai encore yang diminta audience. Mishu dari Video Nasty pun turut larut dan ikut menyanyi bersama dengan Emily. Sungguh penutupan yang klimaks dari Up and Atom.

Secara Keseluruhan Acara ini terbilang lancar dan tepat waktu bahkan lebih cepat dari yang diperkirakan, acara selesai sekitar jam sembilan lewat. Sungguh pengalaman yang mengesankan bisa turut andil sebagai bagian dari terselenggarannya gig ini, tanpa sponsor, benar-benar D.I.Y hanya dengan usaha kolektif teman-teman dan acara ini dapat berjalan dengan lancar. Sukses buat kawan-kawan kedepannya semoga tidak cukup puas sampai disini dan terus berbenah dari kekurangan-kekurangan. Terima kasih kepada teman-teman yang sudah datang dan turut berkolektif apapun itu demi terselenggarannya gig ini. Sampai jumpa di gig berikutnya! Adios!

UP AND ATOM - ANSHUMANN


Posted on Tuesday, March 06, 2012 by Paramonster Kolektif

No comments

Sunday, February 12, 2012

ya inilah rilisan pertama dari solo project Muchlis, vokalis dari ATH (Autis Tiada Habis). setelah beberapa waktu lalu menyatakan bandnya bubar jalan dan berganti nama menjadi After Two Hour (ATH) ya masih dengan singkatan yang sama dengan sebelumnya, mungkin ini hanyalah bentuk revolusi dari ATH itu sendiri haha mungkin. oke, dalam solo projectnya kali ini ia berkolaborasi dengan egy dari SLOA. "Lelah" merupakan judul dari lagu ini, menceritakan tentang curahan hati dari muchlis tentang betapa muaknya dia terhadap sisi buruk yang selalu berkemaskan hal-hal yang indah. track berdurasi 5 menit lebih ini di balut dengan indie pop minimalis yang cukup ciamik, sangat earcacthy menurut saya.

Unduh lagu ini klik DISINI

Posted on Sunday, February 12, 2012 by Paramonster Kolektif

No comments

Sunday, January 1, 2012

The Price Of Existence
@Breakside Studio

captured by tesoromeo
Hampir putus asa ketika gigs ini dipindahkan dari five Studio ke Breakside Studio, ditambah hujan yang mengguyur Cirebon cukup deras, Tapi tunggu. Putus asa Cuma milik mereka yang tidak punya semangat, yeeaahhh, pukul 6 saya terobos hujan untuk segera sampai di Salah satu Ruko di Lobunta, Wow terlihat masih segelintir manusia saja di venue, saya sabar menunggu teman-teman yang akan perform malam itu, 30 menit kemudian teman-teman satu persatu datang dan, Hompimpa alaihum gambreeeeeeeng..yup BKB (Brother Kill Brother) perform pertama, walau dengan kondisi badan yang kurang prima saya tidak melihat ada yang kurang saat mereka perform, tetap atraktif, dan petakilan seperti sedia kala, hahay, dilanjut dengan Madcow (Madcow Disease) yang mengeber dengan single barunya dan stage control yang terus membaik, lalu diberondong oleh AirStripe, Orphan (Jogja), dan Banana For Silvy (jogja) yeah...Azis purnomo (gitar) membuka performa mereka malam itu mencoba menyihir semua penghuni neraka yag baru saja di rakit itu, gempuran garage rock selalu mengasyikkan, ditutup dengan Toothpaste and Ketchup, sebuah band asal Kuningan yang turut perform di gigs kali ini, penampilan yang enerjik. Hampir keseluruhan band-band yang hadir malam itu memberikan performa terbaiknya, dan tentunya dengan semangat yang tidak tertakar lagi, tak ada alasan apapun gigs ini digagalkan. Karena kita semua masih punya semangat dan ini lah harga dari dan untuk sebuah eksistensi. (al)
*ups..ada band tambahan setelah acara hampir bubar, Flaming Your Day datang untuk perform, mereka telat karena harus recording dan bla..bla..bla..lainnya. huhu....
(al)



Posted on Sunday, January 01, 2012 by Paramonster Kolektif

No comments

Tuesday, December 27, 2011

MCD atau biasa disebut Madcow Disease kembali melemparkan karya terbarunya, berjudul "We're Not A Bad Student Sir". yeay, sebuah progress ditunjukan oleh 5 pemuda asal cirebon ini, terdengar lebih matang. yeah semoga selalu begitu. langsung saja yang penasaran bisa streaming di sini


Unduh gratis tis tis >>DISINI<<

Posted on Tuesday, December 27, 2011 by Paramonster Kolektif

No comments

Monday, December 26, 2011

Lagu ini merupakan 1st single yang rencananya akann masuk dalam album ke-2 mereka, ya dengan vokalis baru seorang wanita maka pastinya terdengar berebeda pula dari materi-materi di album pertamanya. kali ini mereka lebih berani mem-blending, part awal dimulai dengan kocokan gitar reggae yang kemudian langsung dihajar dengan tempo cepat, sedikit mengingatkan saya pada NOFX, Kemuri haha. Ya yang penasaran ingin mendengar lagu mereka bisa streaming disini:


Unduh secara gratis >>DISINI<< 

Posted on Monday, December 26, 2011 by Paramonster Kolektif

No comments

Tuesday, November 15, 2011


Hadir kembali Mourner Zine Edisi #5 di bulan November ini. Untuk mengunduh dalam format PDF klik disini. Untuk Hardcopy bisa di ambil di (Emphatium Lab.) Jln. Pancuran No 79 Cirebon, PiknikProject/ Kedai Kopi&Susu Widita


Buruh :
Alam Darussalam 
Kontributor
Raditya Bumi, Angga,Lia

Kantor :
Emphatium.Lab
Jl.Pancuran No.79 Cirebon
Distribusi :
Emphatium.Lab
PiknikProject
Kedai Kopi&Susu Widita
Info, Kritik, Saran, Cacimaki kirim ke :
087729123475 (alam)
mournerzine@ymail.com


Follow Mourner on twitter @mournerzine

Posted on Tuesday, November 15, 2011 by Paramonster Kolektif

No comments

Friday, November 11, 2011

F O X Y merupakan sebuah band blues rock & roll asal kota gudeg Yogyakarta, berdiri pada November 2008 dengan line-up:

El - vocal
Budy Pramono - Guitar
Bulil - Bass
Dewa - Drum
Andre - Organ & Piano

Terlahir dengan semangat minoritas atas trend yang berkembang saat ini, memaksa mereka untuk menjejalkan kondisi mereka kepada pendengar musik di jogja. Dengan tidak meng-atasnamakan popularitas dan materi dalam bermusik dan mengedapankan sebuah karya sarat curahan emosi dan spiritual yang dibalut dalam nuansa musik blues rock. Sejauh ini 3 buah lagu telah mereka rilis secara gratis lewat dunia maya, Nona nakal, Not Mine Tonight, dan Sospan Fach.

Download lagu mereka (free) di:
www.reverbnation.com/foxybluesrockenroll

For More Information:
Twitter : @foxy_ritualism
 Book : 0857 2571 3721 / 0817 578 7417 (Bhulbhul)

Posted on Friday, November 11, 2011 by Paramonster Kolektif

No comments

Wednesday, November 9, 2011


Bermunculannya band-band baru dengan warna musik yang bermacam-macam menunjukan semakin besarnya perkembangan komunitas musik di kota Cirebon ini, dari situ munculah sebuah inisiatif dari kawan-kawan untuk menggarap sebuah proyek untuk mengumpulkan mereka dalam suatu album kompilasi yang disebut "Keep Hard and Up" ini. Adalah Felix (Guitarist OKAYDOKAY! & Bassist Poison Nova) sebagai salah satu orang yang berperan dalam lahirnya kompilasi ini, dengan di bantu beberapa kawan lainnya.

"Sebenernya ga ada makna yang mendalam atas dipilihnya judul Keep Hard & Up ini, saya cuma mau menunjukan bahwa komunitas di kota kita ini semakin besar dengan bermunculannya band-band dengan genre yang berwarna dan saya berusaha menghimpun band-bend tersebut untuk bersatu dalam album kompilasi ini" Ujar Felix ketika ditanyai tentang album kompilasi ini

Kompilasi ini berisi 13 band lokal Cirebon dengan warna musik yang berbeda-beda, mulai dari Hardcore, Pop-punk, hingga Grunge berbaur dalam kompilasi ini, sebuah usaha untuk meruntuhkan tembok penyekat yang membuat musik di kota ini tersekat-sekat.

"Semoga dengan adannya kompilasi ini bisa terjalin komunikasi yang positif antar band-band atau pun orang perorangannya dan juga dapat menjadi awal yang baik bagi komunitas musik di Cirebon khususnya band-band cutting edge" tambah Felix.

yah kita doakan saja semoga proses penggarapan kompilasi ini berjalan mulus! keep support your local heroes yeah!

"Keep Hard and Up"
1234
Agony Lizard
Autis Tiada Habis
Brother Kill Brother
Flaming Your Day
Like Twenty One
Madcow Disease
Outname
Story Life of Angelica
Toreh
Volume
What Ever You Say
xTruelovex

for more info:
Felix +628985165188

follow PRMNTSR: @paramonsterCrb

Posted on Wednesday, November 09, 2011 by Paramonster Kolektif

No comments

Wednesday, September 28, 2011

Foto by: Ardianto
Acara sebenarnya sudah dimulai sejak pukul 9 pagi, namun saya dan kawan-kawan baru tiba di venue sekitar pukul 3 sore, banyak band-band yang sangat ingin saya lihat terlewat seperti Raja Singa, Something Wrong, A.L.I.C.E, Extreme Decay, Matius III:II aaaah sungguh sangat disesalkan memang, tapi ya sudahlah kalo kata bondan mah hahaha! toh masih ada acara puncak, DEATH ANGEL & KATAKLYSM yeaay!

Enforce (AUS) langsung menyambut kedatangan kami di stage C, sayang penampilan mereka kurang maksimal, sang drummer beberapa kali kehilangan tempo mungkin karena monitor di atas panggung yang kurang baik. Sound yang keluar pun terdengar biasa-biasa saja untuk band bertaraf intrernasional, yaah wajar saja mungkin karena mereka datang tidak membawa crew. Alhasil saya hanya mengikuti mereka sampai beberapa lagu saja dan memilih untuk melihat booth merch. Hmmm ngiler anjis!, macam-macam merch terutama kaos-kaos band local maupun luar mentereng terpajang disana dan ori pastinya, sayang saya hanya membawa sedikit uang huhu. Saya kemudian beralih ke stage B, ada band brutal death metal asal Swedia “Deranged” yang sedang bersiap untuk membakar suasana sore itu. Deranged adalah salah satu band yang ditunggu-tunggu penampilannya hari itu, pasalnya mereka baru saja merilis album ke 8 nya. Penampilan mereka cukup impresif meski tanpa didampingi sang vokalis yang tidak hadir, alhasil sang gitaris menggantikan perannya sore itu, beberapa nomor dari album baru mereka pun turut dibawakan. Turut terlihat pula dalam kerumunan para punggawa Burgerkill yang juga menyaksikan penampilan band asal swedia tsb. Setelah Deranged panitia memberikan waktu jeda untuk menghormati umat muslim yang beribadah, karena lokasinya juga yang berdekatan dengan masjid.

Usai jeda maghrib dan isya perhatian mulai terfokus pada stage A yang merupakan panggung utama Rock In Solo kali ini. Oathean (dulu Odin), band melodic black metal asal korsel membuka menu utama malam itu. Ahhh sayang, suara kick drum sempat tidak keluar di beberapa lagu awal, cukup mengganggu memang. Lanjut setelah Oathen turun, ada Down For Life! yeay penampilan mereka pun sontak disambut dengan riuh ‘Pasukan Babi Neraka”. Mereka merupakan band tuan rumah yang memang selalu menjadi langganan dalam perhelatan Rock In Solo ini, kenapa? Ya karena Adjie sang vokalis merupakan salah satu pencetus dibalik lahirnya RIS itu sendiri, jadi wajar saja. Crowd menggila! Stage dive, circle pit, wall of death yeaaah the kids are getting nuts whenever this band started to play their song! Ya sungguh penampilan yang maksimal dari Down For Life, cuma ada yang sedikit mengganggu saya, suara bass yang terlalu cempreng dengan volume yang memekakan telinga, entah emang karakternya yang seperti itu, tapi jujur buat saya sangat sungguh mengganggu, saya bahkan beberapa kali menutup telinga saya.

Selanjutnya ada Burgerkill!! Band yang sedang hangat-hangatnya menjadi buah bibir di Indonesia karena baru saja merilis album barunya “Venomous”. Mereka memulai penampilannya dengan sebuah nomor dari album baru mereka Age of Versus, Woooo gila, ngga salah kalo mereka mendapat predikat band cadas paling berbahaya di Indonesia! tampak terlihat juga Bassist dari KOIL turut membantu BK dalam memainkan efek-efek dan sampling malam itu, woaa bener-bener maksimal! bertubi-tubi setelahnya mereka layangkan perpaduan song list mulai dari album lawas hingga album terbaru mulai dari Under The Scars, Through The Shine, Penjara Batin, Shadow of Sorrow, House of Greed dan Akhirnya penampilan mereka ditutup dengan Darah Hitam Kebencian yeaah sungguh sangat klimaks penampilan mereka malam itu. Tanpa diduga ternyata Walikota Solo turut hadir dalam Rock In Solo kali ini, beliau memang sangat mendukung sekali terselenggaranya salah satu festival musik terbesar di Indonesia ini. Bahkan ketika ditanya siapa artis luar yang ingin beliau lihat di Rock In Solo selanjutnya, beliau menjawab "Ya kalau panitia sanggup, saya mau Lamb Of God atau Metalicca" Damn You Rock Sir! \m/ haha. 

Yeaaah saatnya menu utama malam ini, Kataklysm!! ada yang special dari penampilan mereka malam itu, selain ini adalah penampilan perdana mereka di Indonesia, tapi juga karena turut sertanya seorang dokumenter bersama mereka yang akan mendokumentasikan penampilan mereka di Rock In Solo kali ini untuk di masukan dalam DVD Kataklysm, awesome! Jreeng mereka memulai penampilannya disambut riuh penonton, hmmm sayang hingga 3 lagu awal, mereka tampak masih mengalami kendala di atas panggung, beberapa kali kick drum terseret maju karena tak kuat membendung power sang drummer. Sang vokalis akhirnya minta di beri waktu untuk melakukan setting ulang "Give us a minute to fix this problem, and i promise you we'll give you the unforgetable show ever!", and he's not lying! mereka membayar lunas janjinya itu, sound yang maksimal, permainan yang apik dan rapih, meski tanpa didampingi crew-crew mereka tapi menurut saya penampilan malam itu sangat mantap! mereka menutup penampilan mereka dengan lagu Push The Venom, yang memang ditunggu-tunggu oleh para metalhead malam itu! Jeda sejenak terjadi kembali usai Kataklysm mengakhiri penampilannya, rupannya Headliner RIS kali ini sedang bersiap-siap, ya mereka adalah Death Angel!!! setelah hampir setengah jam menunggu tiba-tiba muncul sebuah tayangan trailer  film dokumenter tentang Death Angel, yang kemudian diikuti munculnya para punggawa Death Angel secara berturut-turu. Woo It's show time! Satu kata tentang band ini, Berkelas! Permainan kedua gitaris mereka yang apik, saling bergantian mengisi part-part di lagu mereka menyihir ribuan penonton yang hadir malam itu, walaupun moshpit yang sudah kelelahan sebelumnya, juga jumlah penonton yang sudah berkurang tapi tak membuat Legenda Thrash Metal Bay Arena ini mengendorkan penampilannya. 14 lagu mereka geber malam itu, hingga akhirnya ditutup oleh sebuah lagu berjudul Thrown To The Wolves. Sungguh suguhan yang sangat klimaks di akhir acara ini, walaupun tenaga habis terkuras, cape memang tapi puas dan bangga bisa jadian dari sejarah Rock In Solo! yang saya salut dari acara ini adalah bahwa acara ini dapat berjalan tanpa diwarnai kerusuhan, inilah bukti bahwa sebuah pertunjukkan musik cadas itu tidak identik dengan kerusuhan. Okay sampai jumpa lagi di Rock In Solo berikutnya semoga saya masih bisa menjadi bagian dari sejarah salah satu festival musik terbesar di tanah Jawa bahkan di Indonesia ini. Adios! (apg)

Posted on Wednesday, September 28, 2011 by Paramonster Kolektif

No comments

Tuesday, August 23, 2011


Telah terbit Mourner #4 edisi Agustus 2011. Untuk dapatkan softcopy berupa PDF Download disini. Untuk Hardcopy bisa di ambil di Jln. Pancuran No 79 Cirebon

DesktopSlave:
Alam Darussalam.
Contributor :
Gibran,Donald, James F Katro,Dzkkrk
Office :
Jln. Pancuran No 79 Cirebon.
phone :
087729123475
E-mail :
mournerzine@ymail.com
PickUp Point:
Wine n Bandits
Emphatium.Lab

Posted on Tuesday, August 23, 2011 by Paramonster Kolektif

No comments

James Steady berdiri pada 27 SEPTEMBER 2010, dengan rithme yang sedikit soul rocksteady. James Steady sendiri diartikan sebagai awal mula sebuah band yang terdiri dari berbeda genre, dari punk, skinhead, funk, pop dan garage. Dari berbeda genre itulah kita semua minat ke musik era 60's yang dikenal rock steady rock it easy. Dengan alunan musik yang menghentak dari pada disco,dan dansa yang kita sebut skanking. reggae yang sedikit ngebit sampai menyerupai metabolisme jamaican soundnya.menurut James Steady rastafarian sudah menjadi kultur yang melekat di dunia musik ini sendiri,sampai di artikan reggae sebuah pemberontakan yang dilihat dari lirik yang bersifat kemanusiaan, cinta sampai ke politikreggae juga yang di mainkan dengan 'sound system' lokal(maksudnya lebih easy listening langganan pemuda). Genre james steady sub skinhead reggae 69's

Berry (Guitar)
Bryan (Lead Guitar)
Rangga (Vocals)
Andry (Keyboards)
kocu (Drums and Percussion)
Eggy (Swinger)
Hendro (Bass)



Download disini

Dimuat Dalam Mourner Zine #4

Posted on Tuesday, August 23, 2011 by Paramonster Kolektif

2 comments

Monday, August 22, 2011

 

Inilah sebuah jawaban dari keraguan saya pada proyek sampingan Sony (Poison Nova), yeah band yang sempat bongkar pasang dan dibiarkan usang beberapa saat ternyata tiba-tiba meluncurkan single pertamanya yang sangat Kickass. Di bait pertama Raungan gitar Sony membuka halaman Kasta-Sosial ini dengan cukup catchy, tebal, dan renyah. Secara keseluruhan kamu di beri sebuah nuansa 90's hardcore, intisari dari Biohazard, Motorhead, dan lick-lick vokal ala FlowerCity Hardcore era Barus Balcony haha... Diar (Drum), Bobby ( Bass ) cukup jujur menggarap instrument digital dengan cukup manusiawi, hahah..Walau mudi ( vokal ) terasa kurang Galak, tetapi secara keseluruhan materi yang apik ini cukup untuk mengkick-ass Profesor-Metal yang berfikir bahwa ‘berkarya’ adalah menghasilkan sebuah event musik yang tak bermakna apa-apa. “Yo..Kasta..sosial..aku benci kata-kata itu “ .(al)

Download Brother Kill Brother - Kasta Sosial disini

Dimuat Dalam Mourner Zine #4

Posted on Monday, August 22, 2011 by Paramonster Kolektif

No comments

Seperti biasanya, saya selalu punya kekhawatiran sendiri akan hadirnya sebuah band yang berawal dari sebuah badai genre musik yang sedang populer, namun band ini ternyata memberi saya hadiah banyak dengan terus menghasilkan karya-karyanya, walaupun dicicil berupa single-single yang di edarkan secara cuma-cuma di dunia maya, tetaplah mereka bisa menghasilkan sebuah karya yang juga perlu diperhitungkan perkembangannya, yeah..mereka adalah pengidap sapi gila!! kalian bisa saja tertular tanpa kalian sadari, band yang baru merayakan hari jadinya berupa sebuah gigs sederhana. Lah..kok saya ngomongin bandnya sih..hahah..oke di single ini belum terlalu banyak perubahan yang kentara, ini bisa terlihat dari racikan powerpop 8-bit mereka yang masih belum bisa keluar dari pakem yang ada, at least mengeksplore musikalitas mereka yang dapat membedakannya dengan band-band powerpop yang 2 tahun lalu bertebaran. Karakter vokal yang masih terasa datar dan kurang renyah membawakan lirik yang sebenarnya berisi tentang sebuah semangat dan harapan mereka, sepertinya mereka masih perlu sekali menguasai sound untuk karakter musik mereka, namun secara keseluruhan mereka cukup bermain aman di single ini. yeah...setelah perayaan hari jadi kemarin, setidaknya mereka berhutang pada saya dan teman-temannya yaitu sebuah album yang bagus dan tetap bertahan dijalurnya. ( al )
Download disini

Dimuat dalam Mourner Zine #4

Posted on Monday, August 22, 2011 by Paramonster Kolektif

No comments